KEDIRI KOTA – Wartajatim.id || Jalan raya semestinya menjadi ruang bersama. Kendaraan bergerak membawa orang menuju rumah, tempat kerja, atau keperluan lain. Ketika ruang itu berubah menjadi arena adu kecepatan kendaraan bermotor, balapan liar, trek- trekan, dan sejenisnya , maka keselamatan pengguna jalan lain ikut dipertaruhkan.
Keresahan terhadap aktivitas trek-trekan, breng-brengan, dan balapan sepeda motor di jalan umum yang belakangan dikenal dengan istilah “Jumat Gaul” menjadi perhatian ( atensi ) Polres Kediri Kota.
Untuk mencegah aktivitas tersebut sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kediri Kota menggelar patroli gabungan pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, hingga Sabtu dini hari.
Patroli melibatkan personel lintas satuan fungsi. Sebagian anggota bergerak dengan pola mobile hunting system, menyusuri ruas-ruas jalan yang dinilai berpotensi digunakan untuk trek-trekan atau balap liar.
Sebagian personel lainnya disiagakan di sejumlah titik yang telah ditentukan. Salah satunya di kawasan perbatasan Tepus, termasuk sejumlah titik di Jalan A. Yani dan lokasi lain yang menjadi perhatian petugas.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons kepolisian terhadap keresahan masyarakat.
“Jalanan umum bukanlah tempat untuk trek-trekan dan balapan. Gunakan jalanan umum sesuai peruntukannya dan jangan disalahgunakan,” ujar Iwan.
Menurut dia, penggunaan jalan umum untuk balapan tidak hanya mengganggu ketertiban. Aktivitas tersebut juga berpotensi membahayakan pengendara lain dan menimbulkan gangguan kamtibmas.
Karena itu, kehadiran personel di sejumlah titik tidak semata untuk melakukan penindakan. Polisi juga berupaya mencegah agar aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Di sela patroli, petugas memberikan imbauan kepada warga yang ditemui. Para remaja, terutama yang masih berusia pelajar, diminta kembali ke rumah masing-masing dan tidak terlibat dalam kegiatan “Jumat Gaul” maupun aktivitas sejenis.
Pendekatan persuasif itu menjadi bagian dari patroli. Polisi tidak hanya hadir ketika pelanggaran terjadi, tetapi berusaha mencegah sejak awal dengan mengingatkan masyarakat mengenai risiko kegiatan tersebut.
Pada patroli malam itu, petugas juga mendapati sekelompok remaja yang hendak memasuki wilayah Kediri Kota. Mereka melihat personel kepolisian yang bersiaga di titik perbatasan wilayah hukum Polres Kediri Kota dan Polres Kediri.
Kehadiran petugas membuat kelompok tersebut mengurungkan niat. Mereka kemudian memilih bertolak kembali dan tidak melanjutkan perjalanan memasuki wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Menurut Kabag Ops, situasi tersebut menunjukkan pentingnya patroli dan kehadiran aparat di lapangan. Kehadiran petugas di titik-titik tertentu diharapkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus memastikan masyarakat merasa aman menggunakan jalan.
Namun, pendekatan persuasif bukan berarti kepolisian mengesampingkan penegakan hukum.
Kompol Iwan menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum apabila menemukan pihak yang melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di jalan umum wilayah hukumnya.
“Apabila ada pihak yang melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di jalanan umum wilayah hukum Polres Kediri Kota, kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Kompol Iwan, Sabtu (15/08 )
Patroli berlangsung hingga Sabtu dini hari. Personel terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol.
“Menjaga jalan umum bukan sekadar memastikan kendaraan dapat melintas. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan ruang publik tersebut tetap aman bagi seluruh pengguna jalan,” terangnya.
“Di tengah kegemaran sebagian anak muda mencari ruang untuk berkumpul dan berekspresi, jalan raya bukan tempat untuk mempertaruhkan kecepatan. Keselamatan pengendara lain tetap menjadi batas yang tidak boleh dilampaui dan keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Kompol Iwan memastikan kegiatan serupa akan terus menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya menjaga kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan ketika aktivitas warga di jalan raya cenderung meningkat.












