KEDIRI – Wartajatim.id || Rumpun bambu di wilayah RT 23 RW 01, Dusun Sidorejo, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terbakar pada Sabtu (29/8/2026) siang. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke rumpun bambu di sekitarnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada sekitar pukul 14.50 WIB. Mendapat laporan, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare segera bergerak menuju lokasi pada pukul 14.55 WIB dan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan satu unit armada Damkar Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8157 EP. Sebanyak empat personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 16.20 WIB. Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sesuai prosedur operasional standar (SOP), sehingga api tidak semakin meluas ke area di sekitarnya.
Berdasarkan laporan petugas, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp100 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya ketika melakukan aktivitas pembakaran sampah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih di dekat rumpun bambu, semak kering, lahan terbuka maupun benda-benda yang mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet dan menimbulkan kerugian,” ujar Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala dan memastikan lokasi pembakaran benar-benar aman setelah aktivitas selesai.
“Sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api sudah benar-benar padam. Jika api mulai membesar atau sulit dikendalikan, jangan mengambil risiko. Segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” pesannya.
Menurutnya, upaya pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan memiliki banyak material yang mudah terbakar.
“Pencegahan adalah langkah utama. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran. Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa mencegah kebakaran meluas dan melindungi keselamatan serta aset masyarakat,” pungkasnya.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Petugas Damkar Kabupaten Kediri juga memastikan api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dalam kondisi aman.(Dk)












