127 Siswa TK Kusuma Mulia XII Pelem Belajar Cegah Kebakaran, Ada Praktik Tangani Kebocoran LPG
KEDIRI, Wartajatim.id – Sebanyak 127 siswa dan siswi TK Kusuma Mulia XII Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mendapat edukasi tentang bahaya kebakaran sekaligus praktik keselamatan di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.15 WIB tersebut diikuti 127 siswa, wali murid, serta tujuh orang guru. Sejak awal kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan petugas Damkar.
Edukasi ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Pemadam Kebakaran sekaligus memahami pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi Damkar, pengenalan sejumlah peralatan pemadam kebakaran, hingga cara meminta bantuan petugas ketika terjadi keadaan darurat.
Tak hanya teori, peserta juga diberikan edukasi melalui praktik. Salah satunya simulasi penanganan kebocoran gas LPG yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai potensi bahaya yang dapat muncul dari penggunaan gas dalam kehidupan sehari-hari.
Petugas juga memperagakan praktik pemadaman api secara tradisional menggunakan karung goni. Materi tersebut disampaikan sebagai pengenalan dasar mengenai tindakan yang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan edukasi kebakaran sejak usia dini penting untuk membangun kesadaran keselamatan pada anak-anak.
«“Edukasi seperti ini penting dilakukan sejak dini. Anak-anak dikenalkan dengan bahaya kebakaran, fungsi Pemadam Kebakaran, serta bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi darurat. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan bisa menjadi bekal keselamatan dan juga dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah,” ujar Kaleb.»
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan profesi petugas Damkar, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa pencegahan merupakan bagian penting dalam mengantisipasi kebakaran.
«“Kami ingin anak-anak memahami bahwa keselamatan adalah hal utama. Mereka tidak hanya melihat petugas Damkar bekerja, tetapi juga mendapatkan pengetahuan melalui praktik sehingga materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diingat,” tambahnya.»
Antusiasme peserta terlihat ketika petugas memberikan demonstrasi dan mengajak mereka mengenal berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran. Suasana edukasi berlangsung interaktif sehingga materi keselamatan dapat diterima dengan cara yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh bidang pencegahan kebakaran dengan penanggung jawab Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar hingga selesai.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dapat ditanamkan sejak dini. Anak-anak juga diharapkan mampu memahami bahwa ketika menghadapi keadaan darurat, keselamatan harus menjadi prioritas dan bantuan petugas perlu segera diminta sesuai kondisi.
Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya sadar keselamatan, sekaligus mengenalkan peran Damkar kepada masyarakat sejak usia dini.(Dk)












