57 Siswa TK ABA Aisyiyah 3 Pare Belajar Hadapi Bahaya Kebakaran, Ada Simulasi LPG Bocor

57 Siswa TK ABA Aisyiyah 3 Pare Belajar Hadapi Bahaya Kebakaran, Ada Simulasi LPG Bocor

KEDIRI,Wartajatim.id – Mengenalkan bahaya kebakaran sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal itu dilakukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri melalui kegiatan edukasi kepada 57 siswa TK ABA Aisyiyah 3 Pare di Pos Damkar Pare, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB tersebut diikuti 57 siswa bersama wali murid dan 10 guru. Tidak sekadar menerima penjelasan, para peserta juga diajak mengenal tugas dan fungsi Damkar, peralatan pemadam, hingga mengikuti praktik penanganan kebakaran secara langsung.

Suasana edukasi berlangsung interaktif. Anak-anak diperkenalkan pada peran petugas Damkar sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kejadian kebakaran dan kondisi darurat yang membutuhkan bantuan.

Materi diberikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan peserta didik usia dini. Salah satunya mengenai bagaimana masyarakat dapat meminta bantuan Damkar ketika menghadapi keadaan darurat.

Petugas juga memberikan simulasi kebakaran yang disebabkan kebocoran LPG. Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran yang dapat muncul dalam aktivitas sehari-hari.

Selain simulasi, peserta mendapat praktik pemadaman secara tradisional menggunakan karung goni. Praktik ini menjadi bagian dari edukasi agar peserta mengenal salah satu metode sederhana dalam penanganan api pada kondisi tertentu, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan situasi di lapangan.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, edukasi kebakaran kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini.

“Edukasi tentang bahaya kebakaran perlu dikenalkan sejak usia dini dengan cara yang mudah dipahami anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya mengenal petugas Damkar, tetapi juga memahami bahwa keselamatan merupakan hal yang harus diutamakan ketika menghadapi potensi kebakaran,” ujar Kaleb.

Menurut Kaleb, pengenalan terhadap bahaya kebakaran diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat menjadi pembelajaran yang kemudian dibawa ke lingkungan keluarga.

“Kami berharap edukasi ini dapat memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak, guru, maupun wali murid. Kesadaran terhadap potensi kebakaran harus dibangun bersama, karena pencegahan menjadi bagian penting sebelum terjadi kejadian yang lebih besar,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas Damkar juga memberikan pemahaman mengenai fungsi peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran yang selama ini identik dengan penanganan api dan kondisi darurat.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung lancar. Para siswa, wali murid, dan guru terlihat antusias mengikuti rangkaian materi serta praktik yang diberikan petugas Damkar.

Kegiatan di Pos Damkar Pare ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah terjadi. Edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan, termasuk dengan mengenalkan pengetahuan keselamatan kepada anak-anak sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa TK ABA Aisyiyah 3 Pare memiliki pengalaman sekaligus pengetahuan dasar mengenai bahaya kebakaran. Di sisi lain, keterlibatan guru dan wali murid diharapkan dapat memperluas pesan keselamatan tersebut ke lingkungan keluarga.

Dengan edukasi yang dikemas melalui pengenalan peralatan, simulasi, dan praktik, Pos Damkar Pare tidak hanya menjadi tempat pelayanan penanganan kebakaran, tetapi juga ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal pentingnya pencegahan dan keselamatan sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *