TULUNGAGUNG – Wartajatim.id || RSUD dr. Iskak Tulungagung kembali meneguhkan komitmennya sebagai institusi layanan kesehatan rujukan utama yang adaptif dan visioner. Di tengah masifnya transformasi digital medis, rumah sakit peraih berbagai penghargaan ini menolak lengah terhadap potensi risiko teknis, khususnya gangguan sistem digital (downtime).
Sebagai langkah konkret mempertahankan mutu pelayanan prima, RSUD dr. Iskak sukses menyelenggarakan Workshop dan Simulasi Manajemen Downtime Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Agenda krusial ini berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (29–30 Juni 2026), bertempat di Auditorium IDIK Lantai 2.
Langkah antisipatif ini melibatkan seluruh elemen garda terdepan rumah sakit, mulai dari jajaran manajemen, dokter, kepala ruangan, komite medik, hingga tenaga kesehatan dari seluruh unit layanan. Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh personel memiliki standar kecakapan tertinggi dan kesamaan persepsi dalam memitigasi situasi darurat teknologi.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, MMRS. Dalam arahannya, dr. Ravi menegaskan bahwa kecanggihan inovasi digital yang dimiliki RSUD dr. Iskak—mulai dari proses registrasi hingga Rekam Medis Elektronik (RME)—harus diimbangi dengan sistem mitigasi yang sama kuatnya.
”Di RSUD dr. Iskak, keselamatan pasien (patient safety) adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar. Gangguan sistem (downtime) berpotensi menghambat alur pelayanan dan pencatatan medis. Melalui forum ini, kami membekali seluruh SDM dengan kesiapan matang agar operasional pelayanan tetap berjalan tanpa interupsi,” tegas dr. Ravi optimis.
Beliau juga menambahkan bahwa ketahanan sistem yang dibangun bukan sekadar pemenuhan standar akreditasi, melainkan wujud tanggung jawab moral kelembagaan. RSUD dr. Iskak telah mengimplementasikan regulasi tertulis yang ketat, pelatihan berkala, serta simulasi komprehensif demi menjamin operasional yang aman di segala situasi.
Guna memastikan materi yang diadopsi memenuhi standar terbaik, RSUD dr. Iskak menghadirkan pakar manajemen downtime rumah sakit terkemuka nasional, Dr. dr. Rano I. Sudra, M.Kes., CTRMI., C.MD., M.Sc.
Kehadiran pakar ini dimanfaatkan secara optimal untuk membedah strategi penanganan krisis. Dr. Rano pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapsiagaan yang diinisiasi oleh RSUD dr. Iskak.
”Downtime adalah masa krisis ketika sistem terputus total. Pertanyaannya bukan lagi apakah gangguan itu akan datang, melainkan kapan hal itu terjadi. Hari ini, RSUD dr. Iskak menunjukkan standarnya sebagai rumah sakit besar yang siap melindungi keselamatan pasien secara paripurna,” ujar dr. Rano.
Melalui diskusi interaktif dan bedah kasus, tim medis RSUD dr. Iskak dibekali dengan empat pilar mitigasi utama, yaitu:
Pilar Mitigasi
Implementasi di Lapangan
Tata Kelola Rekam Medis
Menjamin pencatatan medis tetap rapi, valid, dan aman meskipun sistem sedang offline.
Hukum & Etika
Memastikan aspek legalitas pelayanan kesehatan tetap terjaga dalam kondisi darurat.
Disaster Recovery Plan (DRP)
Menyusun rencana pemulihan sistem yang matang, cepat, dan terstandar.
SOP & Komunikasi Krisis
Menerapkan kebijakan penanganan dan alur komunikasi yang responsif serta terarah.
Komitmen RSUD dr. Iskak tidak berhenti di atas kertas. Pada Selasa (30/6/2026), rumah sakit langsung menggelar simulasi penanganan downtime skala penuh di lapangan.
Simulasi ini dirancang sebagai uji kelayakan sistem dan tolok ukur ketangkasan SDM. Hasilnya, tenaga kesehatan RSUD dr. Iskak terbukti mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keberhasilan simulasi ini menjadi jaminan bahwa hak setiap pasien untuk mendapatkan pelayanan medis terbaik dan tanpa penundaan akan tetap terpenuhi, bahkan saat teknologi digital sedang mengalami kendala.
Melalui inisiatif progresif ini, RSUD dr. Iskak Tulungagung kembali menegaskan posisinya di kancah nasional: bukan hanya sebagai institusi yang canggih secara teknologi, melainkan sebagai lembaga kesehatan yang paling siap, aman, dan tangguh dalam melindungi masyarakat di segala situasi.(Dk)












