Rentetan Kebakaran Lahan Tebu Hantui Kediri, Damkar Minta Warga Setop Asal Bakar Daduk!

Rentetan Kebakaran Lahan Tebu Hantui Kediri, Damkar Minta Warga Setop Asal Bakar Daduk!

Oplus_131072

KEDIRI – Wartajatim.id || Di balik kepulan asap hitam yang membubung di atas langit persawahan Dusun Bulu, Desa Bulu, Kecamatan Semen pada Selasa siang (7/7/2026), ada tetes keringat perjuangan dan runtuhnya harapan seorang petani. Sebuah lahan tebu yang dirawat berbulan-bulan dengan modal yang tidak sedikit, dalam sekejap mata ludes menjadi abu akibat kelalaian sepele: pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja.

​Peristiwa pilu ini kembali menambah rentetan panjang kebakaran lahan yang terus menghantui Kabupaten Kediri belakangan ini. Sebuah fenomena yang membuat pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) menghela napas panjang dan mengetuk pintu hati masyarakat untuk menyudahi kebiasaan asal membakar daun tebu kering (daduk).


​Keheningan siang itu pecah sekitar pukul 14.00 WIB saat Muktar, seorang warga setempat, melihat api menjalar dengan sangat cepat. Angin kencang dan hamparan daduk yang kering kerontang membuat si jago merah merayap bak monster yang kelaparan, melahap setiap jengkal batang tebu di depannya.

​Mendapat laporan darurat tersebut, lima personel Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergegas membelah jalanan dengan armada berkapasitas 2.500 liter. Tepat pukul 14.20 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung bertaruh dengan waktu demi menyelamatkan sisa-sisa harapan sang petani. Lewat perjuangan tak kenal lelah di bawah terik matahari, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 15.30 WIB.

​Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, kenyataan pahit tetap harus diterima. Kebakaran yang berlangsung selama satu jam lebih itu menelan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ± Rp 30.000.000,00. Bagi seorang petani, angka tersebut bukanlah sekadar materi, melainkan modal hidup dan hasil kerja keras yang kini hangus jadi arang. Beruntung, kesigapan petugas di lapangan masih sempat menyelamatkan sebagian lahan tebu lainnya senilai ± Rp 40.000.000,00.


​Melihat rentetan peristiwa yang terus berulang karena faktor kelalaian manusia, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, yang membawahi langsung Bidang Pencegahan Kebakaran, menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati. Beliau meminta masyarakat untuk membuka mata dan lebih peduli terhadap nasib sesama.

​”Kami memohon dengan sangat, dari hati yang paling dalam kepada seluruh warga Kediri, tolong setop asal membakar daduk dan sampah. Mungkin bagi kita itu hanya tumpukan daun kering yang tidak berharga, tapi bagi petani, lahan tebu itu adalah tumpuan hidup keluarga mereka,” ujar Kaleb Untung Satrio Wicaksono dengan nada bergetar.

​Beliau mengingatkan bahwa sebatang korek api yang dinyalakan tanpa tanggung jawab bisa menghancurkan masa depan orang lain dalam hitungan menit.

​”Every time we go out there, yang kami lihat bukan sekadar api yang berkobar, tapi kami melihat ada jerih payah banting tulang seorang kepala keluarga yang hilang begitu saja. Tolong, mari saling menjaga. Jangan biarkan kelalaian kita menjadi air mata bagi saudara kita yang lain. Jika melihat api, segera hubungi kami sebelum segalanya terlambat,” pungkasnya lirih namun penuh penegasan.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *