KEDIRI – Wartajatim.id || Sore itu, Rabu (08/07/2026), langit di Dusun Gedangsewu Kulon, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, mendadak dicekam kepanikan. Riuh suara mesin pabrik kayu milik CV. Sengon Maju Lancar (SML) seketika berubah menjadi teriakan histeris. Percikan api dari gesekan mesin gang rip saw (pembelah kayu) menyambar cepat, melesat bak anak panah ke dalam silo penyimpanan serbuk kayu. Dalam sekejap, asap pekat membumbung, mengancam material mudah terbakar di sekelilingnya.
Di tengah situasi genting tersebut, seorang warga bernama Ferina dengan tangan gemetar menghubungi nomor darurat tepat pukul 16.00 WIB. Di seberang telepon, sirine mara bahaya langsung meraung.
Bagi Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare, laporan itu bukan sekadar tugas rutin—ini adalah pacuan melawan maut dan kehancuran. Hanya butuh waktu 5 menit bagi armada berkapasitas 5.000 liter (No. Pol AG 8157 EP) untuk membelah jalanan dan tiba di lokasi tepat pukul 16.05 WIB.
Satu menit saja terlambat, tamat sudah seluruh kompleks pabrik tersebut.
”Bagi kami di jajaran Satpol PP dan Damkar, keselamatan warga dan kepastian rasa aman adalah harga mati yang tidak bisa ditawar! Setiap detik sangat berharga. Ketika ada laporan masuk, instruksi saya jelas: berangkat secepat mungkin, tangani secara profesional sesuai SOP, dan pastikan tidak ada ruang bagi api untuk meluas,” tegas Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Sebanyak 6 personel tangguh langsung melompat dari armada. Di bawah kepungan asap tebal dan ancaman ledakan silo, mereka berjibaku membentangkan selang, mengisolasi titik api dengan taktis. Selama hampir dua jam, ketegangan memuncak hingga akhirnya pada pukul 17.45 WIB, ‘si jago merah’ berhasil ditekuk bertekuk lutut.
Keberhasilan ini menyisakan keharuan yang mendalam. Berkat respons secepat kilat tersebut, kerugian material berhasil ditekan seminimal mungkin hingga hanya berkisar Rp 5 juta. Yang luar biasa, aset vital senilai Rp 250 juta berhasil diselamatkan utuh, tanpa ada satu pun korban jiwa maupun luka.
Namun bagi Kaleb Untung Satrio Wicaksono, keberhasilan ini punya makna yang jauh lebih menyentuh hati. Ini bukan sekadar tentang menyelamatkan sebuah bangunan fisik pabrik.
”Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa dan aset ratusan juta terselamatkan. Namun bagi kami, menyelamatkan pabrik ini bukan sekadar memadamkan api pada bangunan, melainkan juga melindungi tempat mencari nafkah bagi saudara-saudara kita yang bekerja di sana,” ujar Kaleb dengan nada penuh empati.
”Kami hadir sebagai pelindung dan sahabat masyarakat. Di balik pabrik yang utuh ini, ada kepastian bahwa besok pagi para pekerja masih bisa menghidupi keluarga mereka.”
Sore yang nyaris berakhir kelabu itu pun ditutup dengan helaan napas lega dan rasa syukur yang membuncah dari para buruh pabrik. Damkar Kabupaten Kediri kembali membuktikan, mereka bukan hanya sekadar penjinak api, melainkan garda terdepan penjaga asa dan pelindung kehidupan masyarakat di Bumi Panjalu.(Dk)
Editor: Redaksi












