KEDIRI – Wartajatim.id || Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kembali beraksi memadamkan kebakaran lahan di Dusun Selang, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, pada Jumat (17/7/2026). Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2 hektar lahan milik warga tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkontrol di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang.
Laporan kejadian diterima oleh petugas Pos Damkar Grogol pada pukul 13.30 WIB dari warga setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mengerahkan 1 unit armada pemadam kebakaran dari Pos Grogol dengan kapasitas tangki 5.000 liter bernomor polisi AG 8156 EP. Tim berangkat menuju lokasi pukul 13.34 WIB dan berhasil tiba di titik api pada pukul 13.41 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati bahwa akses jalan yang sempit membuat armada AG 8156 EP tidak dapat menjangkau titik api secara langsung. Mengatasi tantangan tersebut, tim Damkar dengan sigap melakukan strategi taktis. Menggunakan perbekalan yang dibawa dari armada, petugas bersama warga setempat melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode gepyok serta membuat penyekatan jalur api agar kobaran tidak merambat ke area yang lebih luas.
Setelah berjibaku hampir dua jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.03 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5 juta, sementara aset warga senilai Rp 50 juta berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memberikan apresiasi atas sinergi petugas dan warga. Ia menekankan bahaya membakar sampah sembarangan di lahan terbuka. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Angin kencang sangat mudah mengubah api kecil menjadi bencana besar dalam waktu singkat,” ujar Kaleb Untung.
Di sisi lain, Kapolsek Tarokan, AKP Priyo Hadistyo, S.H., menyoroti fenomena meningkatnya frekuensi kebakaran lahan di wilayah hukumnya. Menghadapi cuaca panas ekstrem saat ini, AKP Priyo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Ia meminta warga menjadikan kasus kebakaran lahan tebu milik H. Ibrahim, insiden kebakaran yang menewaskan 50 ekor kambing milik BUMDes, serta kebakaran lahan di Bulusari hari ini sebagai pemacu kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dengan nada penuh haru, AKP Priyo menyampaikan pesan mendalam, “Mari kita jadikan rangkaian kejadian kebakaran beberapa hari terakhir ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Ini adalah pengingat bagi kita bersama, bahwa menjaga dan melindungi apa yang kita sayangi—harta benda, hewan ternak, lingkungan, maupun keselamatan sesama—akan jauh lebih baik dan mulia sebelum kita kehilangannya.”
Kapolsek menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama. Pihak kepolisian pun meminta masyarakat untuk tidak ragu segera melaporkan titik api sekecil apa pun kepada petugas atau Bhabinkamtibmas setempat agar dapat ditangani secara cepat sebelum api menjadi tidak terkendali.(Dk)












