Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang, Damkar Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Tebu di Kepung Kediri

Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang, Damkar Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Tebu di Kepung Kediri

​KEDIRI – Wartajatim.id || Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Kediri di tengah kondisi cuaca panas ekstrem dan tiupan angin kencang. Kali ini, peristiwa terjadi di Dusun Senowo, Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, pada Jumat (17/7/2026).

​Laporan dari Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri menyebutkan, api mulai berkobar sekitar pukul 13.58 WIB. Kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sisa daun tebu kering yang tak terkendali. Akibat hembusan angin kencang, api dengan cepat membesar dan merembet ke area lahan di sekitarnya.

​Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari warga pada pukul 13.47 WIB. Sebanyak lima personel dengan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk menjinakkan api. Berkat kesigapan tim Damkar, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta. Namun, upaya cepat tim di lapangan berhasil menyelamatkan aset lahan di sekitar lokasi yang bernilai sekitar Rp250 juta.


​Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kediri, menyoroti peningkatan kasus kebakaran yang cukup signifikan di wilayah Kabupaten Kediri dalam 24 jam terakhir. Ia menekankan bahwa kombinasi suhu panas ekstrem dan kecepatan angin menjadi ancaman serius bagi keselamatan lahan dan pemukiman warga.

​”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di tengah cuaca panas ekstrem dan angin kencang saat ini. Kondisi cuaca tersebut membuat api sangat mudah membesar dan merembet hanya dalam hitungan menit,” ujar Kaleb Untung Satrio Wicaksono.

​Kaleb secara tegas meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah atau sisa lahan tebu secara sembarangan, terutama saat cuaca terik. Menurutnya, tindakan kecil yang dianggap sepele dapat berdampak fatal dan menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi petani maupun masyarakat sekitar.

​”Jangan sekali-kali melakukan pembakaran sisa tanaman atau sampah di lahan terbuka tanpa pengawasan ketat. Jika angin berhembus kencang, api akan kehilangan kendali. Kami minta masyarakat lebih bijak dan disiplin demi keselamatan bersama,” tegasnya.


​Selain larangan membakar sampah, Kaleb Untung Satrio Wicaksono memberikan pesan khusus sebagai langkah pencegahan preventif bagi warga:

​Pengawasan Ketat: “Bagi pemilik lahan, jangan pernah meninggalkan sisa pembakaran dalam kondisi belum padam total. Pastikan api benar-benar dingin sebelum meninggalkan lokasi.”

​Jaga Lingkungan: “Hindari membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering atau hutan, karena sekecil apa pun percikan api bisa memicu kebakaran besar di kondisi cuaca saat ini.”

​Proaktif Melapor: “Masyarakat adalah garda terdepan. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera hubungi tim Damkar. Jangan tunggu api membesar baru melapor, karena setiap detik sangat berharga dalam proses pemadaman.”

​Siaga Mitigasi: “Pahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing dan pastikan alat pemadam sederhana, seperti air atau karung basah, selalu tersedia jika harus melakukan pemadaman awal.”

​Pihak Satpol PP Kabupaten Kediri menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan 24 jam untuk melindungi warga dari bahaya kebakaran di musim kemarau ini. “Keselamatan warga dan aset adalah prioritas utama kita bersama,” pungkas Kaleb.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *