Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Merembet ke Rumpun Bambu di Ngadiluwih Kediri, Damkar Selamatkan Rumah Warga

Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Merembet ke Rumpun Bambu di Ngadiluwih Kediri, Damkar Selamatkan Rumah Warga

KEDIRI, Wartajatim.id – Rumpun bambu di wilayah RT 05 RW 04, Dusun Ngadiluwih, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, terbakar pada Sabtu (29/8/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar rumpun bambu hingga api merembet dan membesar.

Informasi kejadian diterima Tim Damkar Kabupaten Kediri pada pukul 15.58 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih segera bergerak menuju lokasi pada pukul 16.01 WIB dan tiba sekitar pukul 16.08 WIB.

Petugas langsung melakukan penanganan untuk mencegah kobaran api meluas, mengingat terdapat rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Peristiwa bermula ketika pemilik warung sedang membersihkan halaman. Saat itu, pemilik warung melihat adanya tumpukan sampah yang dibakar di dekat rumpun bambu.

Namun, pembakaran tersebut diketahui tidak dalam pengawasan. Api kemudian semakin membesar dan merembet ke rumpun bambu yang berada di sebelahnya.

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, terlebih terdapat rumah warga yang berada di dekat rumpun bambu.

Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran berkapasitas 2.500 liter dengan nomor kendaraan AG 8240 GP.

Sebanyak empat personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Petugas melakukan penyemprotan air hingga kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Proses penanganan berlangsung mulai pukul 16.01 WIB hingga 17.58 WIB. Setelah dilakukan pemadaman dan pengecekan terhadap area terdampak, api dinyatakan berhasil dipadamkan sesuai dengan SOP.

Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Sementara itu, keberadaan rumah warga di sekitar lokasi yang diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp150 juta berhasil diselamatkan dari potensi terdampak kobaran api.

Beruntung, tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut. Data penanganan mencatat korban luka ringan nihil, luka berat nihil, maupun korban meninggal dunia nihil.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api, termasuk saat membakar sampah.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat rumpun bambu, lahan kering, bangunan maupun lokasi yang terdapat bahan-bahan mudah terbakar. Jangan pernah meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kebakaran dapat terjadi dan meluas dalam waktu singkat apabila api tidak dikendalikan dengan baik. Karena itu, kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan masyarakat serta mencegah kerugian yang lebih besar.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan sehingga api tidak sampai meluas dan membahayakan warga maupun aset di sekitarnya,” pesannya.

Kaleb juga mengapresiasi respons cepat personel Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih dalam menangani kejadian tersebut.

“Kecepatan respons petugas sangat penting dalam setiap kejadian kebakaran. Namun, upaya pemadaman harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan. Keselamatan warga adalah prioritas, dan pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Peristiwa kebakaran rumpun bambu di Ngadiluwih tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi lingkungan kering dan terdapat banyak material yang mudah terbakar. Dengan kepedulian bersama, potensi kebakaran dapat ditekan dan keselamatan masyarakat maupun aset di sekitar lokasi dapat lebih terjamin.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *