Ditinggal Masak, Api Lahap Tumpukan Kayu di Dapur Rumah Warga Puncu! Damkar Selamatkan Aset Rp150 Juta

Ditinggal Masak, Api Lahap Tumpukan Kayu di Dapur Rumah Warga Puncu! Damkar Selamatkan Aset Rp150 Juta

KEDIRI — Wartajatim.id || Aktivitas memasak yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam nyaris berujung petaka. Rumah milik Sri Ngayomi, warga RT 02/RW 03, Dusun Sawahan, Desa Watugede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mengalami kebakaran pada Selasa (1/9/2026) siang.

Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 13.02 WIB. Berdasarkan laporan petugas, kebakaran bermula saat pemilik rumah sedang memasak menggunakan tungku. Tungku kemudian ditinggalkan dalam kondisi api belum sepenuhnya padam.

Api selanjutnya membakar tumpukan kayu di bagian dapur rumah. Material mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.

Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak pada pukul 13.05 WIB menggunakan satu unit armada pemadam berkapasitas 5.000 liter, AG 8157 EP, dengan enam personel.

Petugas tiba sekitar pukul 13.15 WIB dan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bagian bangunan lainnya. Setelah penanganan, api berhasil dipadamkan sesuai SOP sekitar pukul 13.50 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian dilaporkan nihil, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam menggunakan sumber api di rumah.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri agar tidak meninggalkan tungku atau sumber api ketika masih menyala maupun masih menyisakan bara. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur,” ujar Kaleb.

“Kayu bakar, bahan mudah terbakar, dan barang-barang lainnya juga jangan diletakkan terlalu dekat dengan tungku. Jangan sampai kelalaian sesaat justru menjadi penyebab kebakaran dan membahayakan keselamatan keluarga,” lanjutnya.

Kaleb juga berpesan agar masyarakat tidak menunda pelaporan ketika melihat tanda-tanda kebakaran.

“Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada petugas dan utamakan keselamatan. Jangan mengambil risiko dengan mencoba memadamkan api sendiri apabila kobaran sudah membesar dan membahayakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas pemadam, tetapi membutuhkan kewaspadaan seluruh masyarakat.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan sering kali bermula dari hal yang dianggap sepele. Karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan, terutama saat memasak, dan biasakan memeriksa kembali kondisi tungku sebelum meninggalkan rumah atau dapur,” pesan Kaleb.

Laporan yang diterima petugas dengan cepat membuat Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare dapat segera bergerak menuju lokasi.

Kehadiran petugas dan proses pemadaman yang dilakukan sesuai SOP berhasil mengendalikan api. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara aset sekitar Rp150 juta berhasil diselamatkan.

Kejadian di Watugede tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa sumber api di dapur tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Memastikan tungku padam, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, serta segera melapor ketika terjadi kebakaran merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah dampak lebih besar.

Jangan tunggu api membesar. Karena kebakaran besar sering kali berawal dari bara kecil yang luput dari perhatian.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *