Kucing Terjebak di Dalam Sumur, Damkar Kabupaten Kediri Turun Tangan Evakuasi

Kucing Terjebak di Dalam Sumur, Damkar Kabupaten Kediri Turun Tangan Evakuasi

KEDIRI, Wartajatim.id — Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih melakukan evakuasi seekor kucing yang terjebak di dalam sumur milik warga di RT 030 RW 007, Dusun Bolodewo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (5/9/2026).

Evakuasi dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga bernama Iswati. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan.

Petugas berangkat pada pukul 07.36 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.02 WIB. Setelah melakukan pengecekan kondisi lokasi dan memastikan posisi kucing di dalam sumur, petugas kemudian menyiapkan langkah evakuasi.

Berdasarkan keterangan pemilik, kucing tersebut masuk ke dalam sumur ketika hendak mengejar atau menangkap tikus. Kondisi tersebut membuat kucing tidak dapat keluar dari dalam sumur sehingga membutuhkan bantuan petugas.

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.04 WIB hingga 08.57 WIB. Petugas menggunakan sarung tangan dan tali karmantel untuk melakukan evakuasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Setelah melalui proses yang dilakukan secara hati-hati, kucing akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan lancar sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

Tidak terdapat korban manusia dalam kejadian tersebut. Laporan petugas mencatat nihil korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan bahwa respons terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan pemerintah daerah, termasuk ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam proses evakuasi hewan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan evakuasi sendiri apabila menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan peralatan dan prosedur yang sesuai,” ujar Kaleb.

Menurutnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dalam setiap penanganan di lapangan. Petugas juga dituntut untuk bekerja secara hati-hati agar proses evakuasi dapat berlangsung aman, baik bagi warga maupun hewan yang diselamatkan.

“Kami mengapresiasi petugas yang telah merespons laporan masyarakat dengan cepat dan melaksanakan evakuasi secara hati-hati. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan ketika membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan petugas,” tambahnya.

Evakuasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan Damkar tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Dalam kondisi tertentu, personel juga dapat memberikan bantuan penyelamatan dan evakuasi yang membutuhkan keterampilan serta perlengkapan khusus.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap keberadaan sumur terbuka, lubang, saluran air, maupun lokasi lain yang berpotensi membahayakan manusia dan hewan peliharaan. Pengamanan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

(Redaksi/Wartajatim.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *