KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran terjadi di sebuah rumah milik Suningsih, warga RT 03 RW 02 Dusun Bolowono, Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 03.40 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari Kaserin. Petugas berangkat pukul 03.48 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB.
Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran diduga bermula ketika pemilik rumah menyimpan pisang mentah agar cepat matang menggunakan metode tradisional. Proses tersebut dilakukan dengan cara mengoven pisang menggunakan arang dan brambut yang dibakar dalam waktu cukup lama.
Posisi oven yang berada berdekatan dengan tumpukan kayu bangunan dan kayu bakar kemudian menjadi perhatian. Api diduga merembet ke material kayu hingga menyebabkan bangunan kandang dan tumpukan kayu terbakar.
Untuk mengendalikan kobaran api, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada, yakni Armada Damkar Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8157 EP dan Armada Damkar Pos Grogol AG 8156 EP.
Sebanyak sembilan personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan penyisiran guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap aktivitas yang menggunakan sumber api, termasuk metode pengolahan atau pematangan bahan makanan secara tradisional.
Menurutnya, sumber api yang digunakan untuk keperluan rumah tangga harus ditempatkan pada lokasi yang aman dan memiliki jarak cukup dari benda-benda yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Pastikan lokasi pembakaran jauh dari tumpukan kayu, bahan bangunan, maupun material lain yang mudah terbakar,” pesan Kaleb.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat memastikan bara api benar-benar padam setelah kegiatan selesai. Terlebih, penggunaan arang maupun bahan bakar tradisional tetap memiliki potensi menimbulkan percikan atau panas yang dapat merambat ke material di sekitarnya.
“Kewaspadaan menjadi langkah utama untuk mencegah kebakaran. Jangan menganggap api kecil tidak berbahaya, karena apabila berada dekat dengan bahan mudah terbakar, api dapat dengan cepat membesar dan menimbulkan kerugian,” imbuhnya.
Kaleb juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kecepatan laporan sangat membantu petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan dan jangan mengambil tindakan yang justru membahayakan diri sendiri,” tegasnya.
Kebakaran di Dusun Bolowono tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana yang menggunakan sumber api tetap membutuhkan perhatian dan pengawasan. Penempatan sumber api yang terlalu dekat dengan material mudah terbakar dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Respons cepat petugas Damkar Kabupaten Kediri membuat api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka, sekaligus menyelamatkan aset yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
(Wartajatim.id)












