KEDIRI – Wartajatim.id || Kepulan asap dan kobaran api menghanguskan sebagian bahan baku pembuatan pupuk milik Puslit Tebu PT Sinergi Nusantara di Dusun Bumirejo, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Rabu (9/9/2026).
Kebakaran yang terjadi di area bahan baku tersebut memicu respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri. Petugas berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dipastikan padam.
Informasi awal menyebutkan, kebakaran diketahui oleh penjaga yang tengah melakukan patroli. Saat melihat adanya api di bagian bahan baku pupuk, penjaga kemudian segera menghubungi petugas Damkar untuk mendapatkan penanganan.
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 14.32 WIB dan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.
Penanganan selanjutnya diperkuat armada Pos Ngadiluwih. Petugas dari pos tersebut berangkat menuju lokasi pada pukul 17.22 WIB, setelah menyelesaikan penanganan kebakaran pabrik bihun, dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB.
Dengan dukungan satu unit armada Damkar berkapasitas 2.500 liter, AG 8240 GP, serta personel gabungan sebanyak 11 orang, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di area yang terdampak.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api menjalar ke bagian lain yang berpotensi memperbesar dampak kebakaran.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 19.35 WIB dan seluruh tindakan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Berdasarkan informasi awal dari lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area bahan baku pupuk.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti. Penentuan penyebab kebakaran secara definitif tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas mencatat korban luka ringan nihil, luka berat nihil, maupun meninggal dunia nihil.
Sementara kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai ±Rp130 juta. Di sisi lain, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai ±Rp11 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah.
Menurutnya, api yang tidak diawasi dapat dengan cepat menjalar, terutama apabila berada di sekitar material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Jika melakukan pembakaran, pastikan lokasi benar-benar aman, jauh dari bahan yang mudah terbakar, dan jangan meninggalkan api sebelum dipastikan padam sepenuhnya,” imbaunya.
Kaleb juga meminta pengelola perusahaan maupun tempat usaha yang menyimpan material mudah terbakar untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran. Kesiapan sarana pemadam dan akses kendaraan Damkar juga dinilai penting agar petugas dapat bergerak cepat ketika terjadi keadaan darurat.
“Jangan menunggu api membesar. Begitu melihat adanya asap atau kobaran api, segera laporkan kepada petugas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat penanganan dapat dilakukan sehingga api tidak meluas dan kerugian dapat ditekan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas yang memiliki potensi menimbulkan api.
“Jangan pernah meremehkan api sekecil apa pun. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah membesar. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Kaleb.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat membawa risiko serius. Kewaspadaan, pencegahan, serta kecepatan dalam melaporkan kejadian menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan sekaligus meminimalkan kerugian.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih berupa dugaan awal dan nilai kerugian merupakan estimasi berdasarkan laporan petugas di lapangan.












