Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Mengganas di Lahan Tebu Banyuanyar Kediri: Kerugian Rp15 Juta

Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Mengganas di Lahan Tebu Banyuanyar Kediri: Kerugian Rp15 Juta

KEDIRI, Wartajatim.id – Niat membakar sampah justru berujung petaka. Api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah warga membesar setelah diterpa angin kencang, lalu merembet ke lahan tebu di RT 02/RW 02, Dusun Banyuanyar, Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).

Kobaran api yang cepat membesar membuat penanganan harus segera dilakukan agar tidak menjalar semakin luas. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 13.34 WIB.

Tak berselang lama, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak menuju lokasi pada pukul 13.37 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 13.50 WIB dan langsung berjibaku melakukan pemadaman.

Berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga bermula ketika salah seorang warga membakar sampah. Hembusan angin yang cukup kencang kemudian membuat api sulit dikendalikan hingga menyambar lahan tebu yang berada di sebelahnya.

Situasi tersebut berpotensi membuat api meluas, mengingat tanaman tebu dan material kering di lahan dapat menjadi bahan yang mudah terbakar.

Untuk mempercepat proses penanganan, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8157 EP serta satu unit armada Pos Damkar Grogol.

Sebanyak 10 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi.

Petugas bekerja hingga kondisi benar-benar aman. Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 16.50 WIB.

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp15 juta. Namun, berkat respons cepat petugas, aset senilai sekitar Rp25 juta dilaporkan berhasil diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Laporan petugas juga mencatat nihil korban luka ringan maupun luka berat.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran sampah, terutama ketika dilakukan di dekat lahan pertanian, perkebunan, semak belukar maupun lokasi yang memiliki banyak material mudah terbakar.

Menurutnya, api kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak diawasi, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan melakukan pembakaran sampah sembarangan, khususnya di sekitar lahan yang mudah terbakar. Pastikan api benar-benar padam dan jangan meninggalkan bara api tanpa pengawasan,” imbau Kaleb.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat munculnya titik api yang berpotensi membesar.

“Apabila terjadi kebakaran dan api sudah tidak mampu dikendalikan dengan aman, segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan agar api tidak semakin meluas,” pesannya.

Peristiwa di Banyuanyar tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas membakar sampah membutuhkan kewaspadaan tinggi. Faktor angin dan kondisi lingkungan dapat membuat api yang semula kecil berubah menjadi kobaran yang sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menekan risiko kebakaran. Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah di sembarang tempat dan selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas yang melibatkan api.

Respons cepat petugas memang dapat membantu menyelamatkan aset dan mencegah api meluas, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Wartajatim.id – Warta Aspirasi Masyarakat Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *