KEDIRI, Wartajatim.id — Momentum hiburan rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Dusun Brambang, Desa Sumberduren, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, dimanfaatkan Polsek Tarokan Polres Kediri Kota untuk membangun kedekatan sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung kepada warga.
Kegiatan hiburan berupa pertunjukan elektone yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) malam tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Di tengah suasana meriah, jajaran Polsek Tarokan bersama Koramil 0809/05 Grogol dan Pemerintah Desa Sumberduren hadir dalam pengamanan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Namun, pengamanan kali ini tidak hanya dilakukan melalui penjagaan di sekitar lokasi. Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., memanfaatkan momentum tersebut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir.
Dari atas panggung hiburan, Kapolsek menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para penonton. Cara tersebut menjadi pendekatan humanis Polri dalam menyampaikan imbauan keamanan dengan suasana yang lebih santai, komunikatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati hiburan dengan penuh kegembiraan. Namun, mari tetap menjaga ketertiban, saling menghormati dan jangan mudah terpancing emosi. Keamanan dan kenyamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar AKP Priyo.
Menurutnya, kegiatan masyarakat seperti hiburan rakyat merupakan bagian dari kehidupan sosial yang perlu didukung selama pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan kecil sebagai pemicu perselisihan. Apabila terjadi persoalan, masyarakat diharapkan mengedepankan komunikasi dan menyelesaikannya secara bijaksana.
“Kalau ada persoalan, jangan main hakim sendiri. Jangan pula mudah terprovokasi. Sampaikan kepada petugas atau pihak yang berwenang agar dapat kita selesaikan bersama dengan cara yang baik. Mari kita jaga Tarokan tetap aman, nyaman dan kondusif,” pesannya.
Ada hal menarik dalam kegiatan tersebut. Setelah menyampaikan imbauan kepada masyarakat, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo turut menyanyikan sebuah lagu dari atas panggung.
Momen tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Suasana komunikasi antara polisi dan warga pun terasa semakin cair dan akrab.
Bagi Polsek Tarokan, musik tidak hanya menjadi bagian dari hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana komunikasi sosial untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, pesan Harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah Tarokan disampaikan dengan cara yang lebih humanis dan mudah diterima.
“Kami ingin polisi hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan. Dalam suasana bahagia seperti ini pun kami ingin hadir, berkomunikasi dan menjadi bagian dari masyarakat. Pesan kamtibmas bisa disampaikan dengan banyak cara, salah satunya melalui pendekatan yang humanis dan penuh keakraban,” ungkap AKP Priyo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan selama mengikuti kegiatan, terutama bagi warga yang membawa anak-anak.
“Silakan bergembira, bernyanyi dan menikmati acara. Tetapi jangan lupa menjaga diri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Jangan membawa benda yang membahayakan, jangan mengonsumsi minuman keras dan jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, tiga pilar, yakni jajaran Polsek Tarokan Polres Kediri Kota, jajaran Koramil 0809/05 Grogol dan Pemerintah Desa Sumberduren, bersinergi dalam pengamanan.
Koordinasi dilakukan sejak kegiatan berlangsung hingga acara berakhir. Personel melakukan pemantauan situasi, menjaga ketertiban di sekitar lokasi dan berkomunikasi dengan panitia maupun masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Sinergi tiga pilar tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kegiatan yang aman dan nyaman. Masyarakat dapat menikmati hiburan, sementara seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, situasi di lokasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak terdapat gangguan kamtibmas menonjol yang menghambat jalannya kegiatan.
Kapolsek Tarokan mengapresiasi peran serta masyarakat, panitia, Pemerintah Desa Sumberduren dan jajaran Koramil yang telah bersama-sama menjaga keamanan.
“Ini merupakan contoh bahwa ketika tiga pilar dan masyarakat bersinergi, kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang sudah ikut menjaga ketertiban,” katanya.
Menurut AKP Priyo, keamanan yang tercipta selama kegiatan merupakan hasil dari kepedulian bersama. Polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Karena itu, momentum HUT RI ke-81 diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan panggung hiburan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari panggung hiburan rakyat hingga sinergi tiga pilar, pesan yang dibangun Polsek Tarokan sederhana namun penting: kemerdekaan akan semakin bermakna ketika masyarakat dapat bergembira dalam suasana aman, hidup rukun, serta bersama-sama menjaga lingkungan tetap kondusif.
(Wartajatim.id)












