Medan Terjal Tak Jadi Halangan, Polisi dan Damkar Berjibaku Jinakkan Api di Bukit BDI Tarokan

Medan Terjal Tak Jadi Halangan, Polisi dan Damkar Berjibaku Jinakkan Api di Bukit BDI Tarokan

KEDIRI, Wartajatim.id || Kesigapan aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran, BPBD, relawan dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran lahan kosong milik BDI di Dusun Gebangkerep Kulon RT 05 RW 06, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jumat (11/9/2026) malam.

Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 19.30 WIB tersebut terjadi di kawasan lahan yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Api membakar semak-semak dan vegetasi kering di area yang sebagian berada di atas bukit.

Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Akses menuju bagian atas bukit terbatas, sementara jangkauan selang air dari kendaraan pemadam kebakaran tidak mampu menjangkau seluruh titik yang terbakar.

Begitu menerima informasi kebakaran, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., bersama personel SPKT dan piket fungsi segera mendatangi lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan api meluas dan mendekati kawasan permukiman.

Saat petugas kepolisian tiba, satu unit mobil Damkar Unit Grogol Kabupaten Kediri telah berada di lokasi dan melakukan penyiraman pada bagian lahan yang dapat dijangkau.

Namun, upaya pemadaman dengan kendaraan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena sebagian titik api berada di kawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit. Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan metode pemadaman manual.

Petugas kepolisian bersama personel Damkar, relawan dan warga kemudian melakukan penyisiran dari titik ke titik. Api dipadamkan menggunakan alat kepyok api yang dibuat dari ranting pohon, terutama pada bagian yang tidak dapat dijangkau selang pemadam.

Upaya pemadaman berlangsung hingga malam. Sekitar pukul 21.05 WIB, masih terlihat sejumlah titik api kecil. Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melanjutkan penyisiran untuk memastikan bara api tidak kembali membesar akibat tiupan angin.

Kondisi angin yang cukup kencang serta banyaknya semak-semak kering menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Jarak antartitik api yang cukup berjauhan juga membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap.

Kapolsek Tarokan bersama tim Damkar, BPBD, relawan dan warga terus bergerak melakukan pemadaman manual hingga akhirnya sekitar pukul 22.05 WIB, kondisi di lokasi dinyatakan aman oleh petugas Damkar dan BPBD Kabupaten Kediri.

Berdasarkan pemantauan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1.750 meter persegi. Meski api sempat membakar sejumlah titik di kawasan lahan tersebut, kobaran tidak sampai merembet ke permukiman warga.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materi dalam kejadian tersebut. Lokasi kebakaran diketahui berada cukup jauh dari permukiman Dusun Gebangkerep Kulon.

Penanganan kebakaran tersebut menjadi gambaran pentingnya respons cepat dan sinergi antara aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana dan masyarakat.

Selain mendatangi lokasi, jajaran Polsek Tarokan juga melakukan koordinasi dengan Damkar Unit Grogol, Pemerintah Desa Tarokan dan BPBD Kabupaten Kediri. Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dapat berjalan efektif, sekaligus mengantisipasi apabila terjadi perkembangan situasi.

Dalam penanganan tersebut hadir Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., Wakapolsek Tarokan IPTU Ali Susilo, PS Kanit Propam Polsek Tarokan AIPTU Candra Hermawan, S.H., Sekretaris Desa Tarokan Zaenal, BKTM Tarokan AIPTU Sunarko, personel SPKT dan piket fungsi Polsek Tarokan, Babinsa Desa Tarokan Serda Agung, Damkar Unit Grogol, serta warga Dusun Gebangkerep Kulon.

Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses pemadaman, khususnya untuk menjangkau titik-titik api yang tidak dapat didekati kendaraan pemadam.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak meremehkan potensi kebakaran, terutama pada lahan yang dipenuhi semak dan tumbuhan kering.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar kita. Jangan menganggap remeh potensi munculnya api, terutama di lahan yang kering dan banyak ditumbuhi semak. Kondisi seperti ini dapat membuat api cepat merambat,” pesan AKBP Wisnu melalui Kapolsek Tarokan.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran di lahan terbuka yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Apabila pembakaran benar-benar diperlukan untuk kegiatan tertentu, faktor keselamatan harus menjadi perhatian utama dan api harus dipastikan benar-benar padam setelah kegiatan selesai.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu api secara sembarangan. Kepedulian dan kewaspadaan masyarakat sangat penting karena pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas,” lanjutnya.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, sinergi antara polisi, Damkar, BPBD, pemerintah desa, TNI, relawan dan masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap keselamatan lingkungan.

“Kami mengapresiasi seluruh petugas dan masyarakat yang telah bergotong royong melakukan pemadaman. Kebersamaan seperti ini sangat penting. Polisi tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, masyarakat yang menemukan titik api atau asap mencurigakan diminta segera melaporkannya kepada petugas. Warga juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri melakukan pemadaman apabila api sudah membesar atau berada di lokasi yang berbahaya.

“Keselamatan masyarakat tetap menjadi yang utama. Jika menemukan kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian, Damkar atau BPBD. Jangan memaksakan diri mendekati api apabila situasinya membahayakan. Biarkan petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan menangani kondisi tersebut,” tegas AKBP Wisnu melalui AKP Priyo.

Sementara itu, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak. Pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sumber api sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” tutur AKP Priyo.

Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan merupakan salah satu kunci mencegah kebakaran, khususnya di kawasan lahan terbuka yang memiliki banyak material kering.

Penanganan kebakaran di Dusun Gebangkerep Kulon tersebut akhirnya dapat diselesaikan tanpa adanya laporan korban jiwa maupun kerugian materi. Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran hingga sekitar pukul 22.05 WIB, petugas Damkar dan BPBD menyatakan kondisi lokasi aman.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa lahan kosong dengan semak dan vegetasi kering tetap memiliki potensi bahaya apabila muncul sumber api. Karena itu, kewaspadaan, kepedulian dan sinergi antara masyarakat dengan petugas menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga keselamatan bersama.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *