Api Melahap Rumpun Bambu di Deyeng Kediri, Permukiman Warga Senilai Rp500 Juta Berhasil Diselamatkan

Api Melahap Rumpun Bambu di Deyeng Kediri, Permukiman Warga Senilai Rp500 Juta Berhasil Diselamatkan

KEDIRI, Wartajatim.id – Suara bambu terbakar mengagetkan warga di Dusun Deyeng, Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Selasa (15/9/2026) malam. Kebakaran terjadi di area rumpun bambu yang berada di RT 01/RW 04 dan berlangsung hingga Rabu dini hari.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 21.27 WIB. Saat itu, pemilik rumah yang sedang beristirahat mendengar suara bambu terbakar. Mengetahui adanya kejadian tersebut, warga kemudian melaporkannya kepada perangkat desa yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Pos Damkar Ngadiluwih.

Mendapat laporan, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.30 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 21.55 WIB dan segera melakukan penanganan terhadap kobaran api.

Dalam pemadaman tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada dengan kapasitas 2.500 liter, AG 8240 GP, serta lima personel.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar kobaran api tidak merembet ke area lain, khususnya permukiman penduduk yang berada di sekitar lokasi.

Proses penanganan berlangsung cukup lama. Petugas terus melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah dilakukan pemadaman dan penanganan di lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Berdasarkan laporan awal petugas, kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area rumpun bambu. Penyebab tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan informasi awal yang diterima petugas di lapangan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Laporan mencatat korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Di sisi lain, penanganan cepat petugas diperkirakan berhasil menyelamatkan aset permukiman penduduk dengan nilai sekitar Rp500 juta.

Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika melakukan pembakaran sampah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah dalam kondisi api maupun bara yang masih menyala. Api yang awalnya kecil dapat menjalar dengan cepat, terlebih jika berada di dekat rumpun bambu, lahan kering, atau material yang mudah terbakar,” ujar Kaleb.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api yang berpotensi membesar. Menurutnya, kecepatan informasi kepada petugas sangat membantu proses penanganan dan dapat mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

“Jika melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada perangkat desa atau petugas Damkar. Jangan mengambil tindakan yang berisiko terhadap keselamatan diri. Penanganan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah api merembet ke permukiman dan mengurangi kerugian,” tambahnya.

Peristiwa kebakaran di Dusun Deyeng ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah. Bara api yang tidak sepenuhnya padam dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama ketika berada di dekat vegetasi kering maupun material yang mudah terbakar.

Berkat penanganan petugas Damkar Kabupaten Kediri, kobaran api berhasil dipadamkan hingga situasi dinyatakan aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *