KEDIRI, Wartajatim.id – Kobaran api menghanguskan lahan tebu milik Nurhidayat di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (15/9/2026) petang.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB tersebut diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah daun kering. Api kemudian merambat dengan cepat ke area tanaman tebu yang kondisinya sudah siap dipanen.
Informasi kebakaran diterima Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare pada pukul 17.45 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 17.48 WIB dan tiba sekitar pukul 18.10 WIB.
Sebanyak tujuh personel dikerahkan untuk melakukan penanganan dengan menggunakan dua unit armada Damkar Pos Pare berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan terhadap area yang terbakar. Penanganan dilakukan untuk mencegah kobaran api semakin meluas ke bagian lahan lainnya maupun lingkungan di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 19.20 WIB dan seluruh penanganan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp60 juta. Sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp17 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas yang melibatkan api, terutama di sekitar lahan pertanian dan area yang banyak terdapat material kering.
Menurutnya, api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah dapat dengan cepat merambat apabila kondisi lingkungan kering dan terdapat tanaman atau material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah, khususnya di sekitar lahan pertanian. Api kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat apabila kondisi di sekitarnya kering,” ujar Kaleb.
Ia juga meminta warga memastikan bara api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran.
“Pastikan api dan bara benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jika terjadi kebakaran dan api mulai sulit dikendalikan, segera menjauh ke lokasi yang aman dan menghubungi petugas pemadam kebakaran agar dapat segera dilakukan penanganan,” imbuhnya.
Kebakaran lahan tebu di Badas tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan pertanian membutuhkan perhatian dan pengawasan. Terlebih, tanaman tebu yang telah mengering dan siap panen dapat menjadi media yang mudah membantu penyebaran api.
Hingga pemadaman selesai, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka. Penanganan cepat petugas Damkar Kabupaten Kediri berhasil menghentikan kobaran api sebelum semakin meluas.(Dk)












