KEDIRI, Wartajatim.id || Suasana malam di rumah Surani, warga RT 02/RW 03, Dusun Krajan Barat, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendadak membuat penghuni rumah waspada. Suara gemuruh yang terdengar dari atas plafon ternyata berasal dari seekor ular piton yang berada di bagian atas plafon rumah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026 malam. Mengetahui adanya ular di dalam bagian rumah, pemilik rumah kemudian meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri melalui Pos Ngadiluwih.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih berangkat menuju lokasi pada pukul 21.17 WIB dan tiba sekitar pukul 21.23 WIB.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan posisi ular sekaligus menentukan langkah evakuasi yang aman. Dengan menggunakan perlengkapan keselamatan berupa sarung tangan dan stik khusus untuk evakuasi ular, petugas berupaya mengeluarkan reptil tersebut dari atas plafon.
Setelah melalui proses evakuasi, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban. Dari hasil identifikasi di lokasi, ular tersebut diketahui berjenis piton dengan panjang sekitar 3 meter dan berat kurang lebih 10 kilogram.
Tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Keberadaan ular berukuran cukup besar di dalam rumah menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko bagi penghuni apabila dilakukan penanganan secara mandiri tanpa peralatan dan pengetahuan yang memadai.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika menemukan ular maupun satwa yang berpotensi membahayakan di sekitar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan ular, terutama jika ukurannya cukup besar atau berada di tempat yang sulit dijangkau. Utamakan keselamatan dan segera laporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” ujar Kaleb.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya ular ke lingkungan rumah, khususnya pada bagian rumah yang jarang diperiksa seperti plafon, gudang, tumpukan barang, saluran air, maupun area yang dekat dengan semak-semak.
“Jaga kebersihan lingkungan, kurangi tumpukan barang yang dapat menjadi tempat persembunyian, serta periksa bagian-bagian rumah yang berpotensi menjadi akses masuk ular. Jika menemukan ular, jangan dipukul atau dikejar karena dapat membuat ular merasa terancam dan bertindak defensif,” imbuhnya.
Evakuasi tersebut kembali menunjukkan pentingnya peran petugas Damkar tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam membantu masyarakat menangani kondisi darurat nonkebakaran, termasuk evakuasi satwa yang berpotensi membahayakan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi serupa diharapkan segera menghubungi petugas terkait dengan memberikan informasi lokasi secara jelas, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan mengutamakan keselamatan warga maupun petugas.(Dk)












