KEDIRI, Wartajatim.id || Kebakaran terjadi di area Perum Bulog yang berada di Jalan Erlangga KM 7, Paron II, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (15/9/2026) malam. Api membakar tumpukan sampah karung beras dan material kering di sekitarnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 22.52 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima petugas, api disebut bermula ketika salah seorang karyawan membakar tumpukan sampah karung beras tanpa pengawasan.
Kondisi angin yang cukup kencang diduga membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke daun serta ranting kering di sekitar lokasi. Kobaran api yang berada di area dekat gudang penyimpanan beras tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Pihak keamanan Bulog sempat melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut belum berhasil menghentikan kobaran api sehingga petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi.
Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol berangkat menuju lokasi pada pukul 22.56 WIB dan tiba sekitar pukul 23.11 WIB.
Petugas langsung melakukan penanganan dan pemadaman dengan mengerahkan satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP, serta mendapat dukungan satu unit armada Damkar Kota Kediri.
Sebanyak sembilan personel terlibat dalam proses pemadaman. Petugas melakukan penyemprotan dan pendinginan terhadap titik-titik yang terbakar untuk memastikan api tidak kembali menyala maupun merambat ke area lainnya.
Berdasarkan laporan petugas, luas area yang terdampak kebakaran sekitar 20 meter persegi. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan proses penanganan dinyatakan selesai sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Meski area yang terbakar relatif terbatas, posisi titik api yang berada di sekitar gudang penyimpanan beras membuat penanganan dilakukan secara cepat dan terukur. Dalam laporan tersebut, terdapat dua gudang berisi beras yang berada di dekat titik kebakaran dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Sementara itu, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp5 juta. Nilai tersebut antara lain berasal dari penggunaan sekitar 13 unit APAR dalam upaya penanganan awal. Tidak ada korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa aktivitas pembakaran sampah, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat maupun pengelola tempat usaha untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat ke material kering maupun bangunan di sekitarnya,” ujar Kaleb.
Menurutnya, keberadaan APAR memang penting sebagai langkah penanganan awal, tetapi penggunaannya harus dibarengi dengan kewaspadaan dan prosedur keselamatan yang tepat. Jika api sudah membesar dan tidak mampu dikendalikan, masyarakat diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Jangan mengambil risiko ketika api sudah tidak terkendali. Segera evakuasi diri ke tempat aman dan hubungi petugas Damkar agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Kecepatan laporan sangat menentukan untuk mencegah api meluas dan menyelamatkan aset di sekitar lokasi,” tegasnya.
Kaleb juga mengapresiasi respons petugas Damkar Kabupaten Kediri dan Damkar Kota Kediri yang segera melakukan pemadaman setelah menerima laporan.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian terhadap pentingnya penerapan keselamatan kebakaran, khususnya di kawasan yang menyimpan bahan pangan, kemasan, maupun material lain yang mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih jauh ke dua gudang penyimpanan beras yang berada di sekitar lokasi.(Dk)












