KEDIRI, Wartajatim.id – Api tiba-tiba membesar dan melalap rumpun bambu di wilayah RT 01 RW 09, Dusun Tawang, Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (19/9/2026) siang. Kebakaran yang diduga bermula dari aktivitas membakar sampah itu sempat mengancam area di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut diketahui setelah warga melihat api membesar di sekitar rumpun bambu. Laporan kemudian disampaikan kepada Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri pada pukul 14.32 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak cepat. Petugas berangkat pada pukul 14.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB.
Sebanyak enam personel dengan satu unit armada Damkar berkapasitas 5.000 liter, AG 8157 EP, langsung melakukan pemadaman. Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area lain.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga berawal ketika salah seorang warga membakar sampah di dekat rumpun bambu. Api kemudian diduga menjalar ke rumpun bambu hingga membesar.
Kondisi tersebut cukup berisiko karena material bambu yang terbakar dapat membuat api cepat menjalar, terlebih apabila terdapat material kering di sekitarnya.
Petugas tidak hanya melakukan penyemprotan air terhadap titik api, tetapi juga memastikan area sekitar dalam kondisi aman untuk mencegah munculnya kembali kobaran api.
Setelah sekitar dua jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 14.35 WIB hingga 16.35 WIB dan dinyatakan selesai sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Di sisi lain, penanganan cepat petugas berhasil mencegah potensi kerugian yang lebih besar. Dalam laporan kejadian, nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah, terutama apabila dilakukan berdekatan dengan rumpun bambu, semak, lahan kering, atau benda lain yang mudah terbakar.
Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika membakar sampah. Jangan dilakukan di dekat material yang mudah terbakar dan jangan pernah meninggalkan api sebelum benar-benar dipastikan padam,” pesan Kaleb.
Ia juga meminta masyarakat segera menghubungi petugas apabila mengetahui adanya kebakaran. Kecepatan laporan dinilai sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Kalau melihat api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu sampai api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat penanganan bisa dilakukan sehingga risiko kerugian dapat ditekan,” tegasnya.
Kejadian di Sumberbendo tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah tetap membutuhkan kewaspadaan. Kelalaian kecil dapat berkembang menjadi kebakaran dan berpotensi mengancam lingkungan di sekitarnya.
Beruntung, respons cepat Damkar Kabupaten Kediri membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum berkembang lebih luas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
(Redaksi/Wartajatim.id)












