Ular Koros 1,2 Meter Naik ke Atap Rumah Warga Bedali, Damkar Bergerak Evakuasi

Ular Koros 1,2 Meter Naik ke Atap Rumah Warga Bedali, Damkar Bergerak Evakuasi

KEDIRI, Wartajatim.id – Tengah menyapu halaman rumah, seorang warga di Dusun Sumberjati, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular yang bergerak naik melalui ranting pohon menuju atap rumah, Sabtu (19/9/2026).

Ular yang diduga berjenis koros tersebut kemudian berada di sekitar bagian atap dan plafon rumah milik Dina, warga RT 30/RW 07. Khawatir ular masuk ke dalam rumah dan membahayakan penghuni, pemilik rumah memilih meminta bantuan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih. Petugas berangkat dari lokasi sebelumnya sekitar pukul 09.22 WIB dan tiba di rumah warga pada pukul 09.45 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan dan mencari posisi ular sebelum menjalankan proses evakuasi. Dengan menggunakan perlengkapan keselamatan berupa sarung tangan dan stik ular, petugas secara hati-hati berupaya mengamankan reptil tersebut.

Proses penanganan berlangsung hingga akhirnya ular berhasil dievakuasi dari area rumah warga sekitar pukul 11.20 WIB.

Berdasarkan laporan petugas, ular tersebut diduga berjenis ular koros dengan panjang sekitar 1,2 meter dan berat kurang lebih 1 kilogram. Selama kejadian maupun proses evakuasi, tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mencoba menangkap ular sendiri apabila ditemukan di dalam rumah maupun lingkungan permukiman.

Menurutnya, keselamatan penghuni rumah harus menjadi prioritas. Warga disarankan menjauh dari lokasi dan segera menghubungi petugas apabila menemukan ular atau satwa yang berpotensi membahayakan.

Kaleb juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar rumah, termasuk ranting pohon yang dapat menjadi akses satwa masuk ke bagian atap serta celah-celah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

“Jika menemukan ular, jangan mengambil risiko dengan menangkapnya sendiri apabila tidak memiliki perlengkapan dan kemampuan. Amankan anggota keluarga dari lokasi dan segera minta bantuan petugas,” pesan Kaleb.

Ia menambahkan, penanganan oleh petugas dilakukan dengan memperhatikan keselamatan warga maupun petugas agar proses evakuasi dapat berlangsung secara aman.

Kejadian di Desa Bedali tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meremehkan keberadaan ular di sekitar rumah. Meski tidak menimbulkan korban, tindakan spontan tanpa perlengkapan yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya gigitan atau kecelakaan.

Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ular di tempat yang membahayakan, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secara tepat dan aman.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *