Tak Hanya Jinakkan Api, Damkar Kediri Turun Tangan Evakuasi Anak 2,5 Tahun Terkunci di Mobil

Tak Hanya Jinakkan Api, Damkar Kediri Turun Tangan Evakuasi Anak 2,5 Tahun Terkunci di Mobil

KEDIRI, Wartajatim.id – Kesigapan petugas pemadam kebakaran kembali terlihat dalam penanganan situasi darurat yang dialami warga. Kali ini, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare tidak menangani kobaran api, melainkan melakukan evakuasi seorang anak berusia sekitar 2,5 tahun yang terkunci di dalam sebuah mobil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 21 September 2026, di kawasan RT 51 RW 14, Jalan Wilis, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kejadian itu dilaporkan warga yang membutuhkan pertolongan petugas untuk membuka akses kendaraan dan mengeluarkan anak yang berada di dalam mobil.

Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 11.05 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 11.10 WIB dan segera melakukan penanganan setelah memastikan kondisi di lapangan.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan pompa airbag untuk membantu membuka celah pada bagian kendaraan sehingga akses dapat dibuat secara terukur. Langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan anak dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar pada kendaraan.

Setelah proses penanganan dilakukan, anak tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan lancar. Seluruh proses dilaksanakan sesuai prosedur operasional yang berlaku.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan penanganan, korban luka ringan nihil, luka berat nihil, maupun korban meninggal dunia nihil.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa tugas Damkar di tengah masyarakat memiliki cakupan yang luas. Selain menjalankan fungsi utama dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, petugas Damkar juga kerap dihadapkan pada berbagai kondisi yang membutuhkan keterampilan, ketelitian, kecepatan, serta kesiapsiagaan.

Mulai dari evakuasi hewan, penanganan sarang serangga, evakuasi ular, membantu warga dalam kondisi tertentu, hingga penanganan keadaan darurat lainnya, keberadaan petugas Damkar menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Dalam situasi seperti anak terkunci di dalam kendaraan, kecepatan respons menjadi hal penting. Namun, kecepatan tersebut tetap harus diimbangi dengan kehati-hatian agar proses evakuasi tidak membahayakan orang yang berada di dalam kendaraan.

Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan bahwa setiap laporan kedaruratan yang membutuhkan kehadiran petugas akan ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku.

“Damkar tidak hanya bertugas ketika terjadi kebakaran. Di lapangan, petugas juga menghadapi berbagai situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, tepat dan terukur, termasuk membantu evakuasi warga seperti kejadian anak yang terkunci di dalam mobil ini,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas dituntut mampu mengambil tindakan yang tepat dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Setiap penanganan harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai SOP. Kami mengimbau masyarakat tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi kondisi darurat yang memang membutuhkan penanganan petugas,” tambahnya.

Kejadian di Jalan Wilis, Pare, tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Damkar bukan semata-mata ketika api berkobar. Di berbagai situasi, petugas dituntut menjadi problem solver di tengah masyarakat—hadir ketika warga membutuhkan pertolongan, bekerja cepat, namun tetap mengedepankan keselamatan dan prosedur.

Damkar hadir bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk membantu menyelamatkan masyarakat dari berbagai kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *