KEDIRI, Wartajatim.id || Niat membersihkan barang di dalam rumah justru berujung pada kejutan. Seorang warga di Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menemukan seekor ular berukuran sekitar 1,5 meter berada di atas tempat penyimpanan barang, Senin (21/9/2026).
Ular tersebut ditemukan oleh warga bernama Nagita saat sedang membersihkan barang yang berada di bagian atas kamar. Karena khawatir ular tersebut bergerak ke area lain dan membahayakan penghuni rumah, ia kemudian meminta bantuan petugas Damkar Kabupaten Kediri.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Pare berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.45 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu memastikan posisi ular dan kondisi sekitar. Setelah situasi dinilai memungkinkan untuk dilakukan penanganan, petugas kemudian melakukan proses evakuasi dengan menggunakan penjepit ular dan sarung tangan pelindung.
Petugas bekerja secara hati-hati agar proses evakuasi tidak membahayakan warga maupun personel di lapangan. Setelah melalui proses penanganan, ular akhirnya berhasil dievakuasi dengan lancar sesuai SOP.
Berdasarkan laporan petugas, ular tersebut merupakan ular kayu yang oleh masyarakat setempat disebut koros, dengan panjang sekitar 1,5 meter, berat kurang lebih 0,5 kilogram, dan diameter sekitar 2 sentimeter.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Warga maupun petugas tidak mengalami luka ringan ataupun luka berat, dan tidak terdapat korban meninggal dunia.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika menemukan ular di dalam rumah maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, tindakan menangkap atau mengejar ular tanpa perlengkapan yang memadai justru dapat meningkatkan risiko bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang ketika menemukan ular. Jangan mengambil tindakan sendiri apabila tidak memiliki kemampuan maupun peralatan yang memadai. Jaga jarak dan segera hubungi petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” ujar Kaleb.
Ia menjelaskan, keberadaan Damkar di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Petugas juga dapat membantu masyarakat dalam kondisi tertentu yang membutuhkan evakuasi dan penanganan secara aman.
“Damkar hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai situasi darurat. Yang utama adalah keselamatan warga dan petugas. Karena itu setiap penanganan kami lakukan dengan memperhatikan prosedur dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Kaleb juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika membersihkan tempat yang jarang tersentuh, seperti gudang, loteng, tumpukan barang, atau bagian rumah yang minim aktivitas.
“Pesan kami kepada masyarakat, selalu berhati-hati saat membersihkan tempat yang jarang dibuka atau memindahkan tumpukan barang. Periksa terlebih dahulu sebelum memasukkan tangan atau mengambil barang. Kewaspadaan sederhana dapat membantu mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” pesannya.
Baginya, keberhasilan petugas mengevakuasi ular tanpa menimbulkan korban menjadi bagian dari pelayanan publik yang harus terus dijaga.
“Kesan kami, setiap kali bisa membantu masyarakat dalam kondisi seperti ini, tentu menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan. Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang memang membutuhkan penanganan petugas,” ungkap Kaleb.
Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB hingga 10.45 WIB. Ular berhasil diamankan oleh petugas dan kegiatan berakhir tanpa korban.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar tidak gegabah ketika menemukan ular di lingkungan rumah. Menjaga jarak, mengamankan area sekitar, dan meminta bantuan petugas merupakan langkah yang lebih aman dibandingkan mencoba menangkap satwa tersebut secara mandiri.












