Diduga Berawal dari Puntung Rokok, Rumpun Bambu Milik Warga di Mojo Terbakar, Damkar Ngadiluwih Bergerak Cepat

Diduga Berawal dari Puntung Rokok, Rumpun Bambu Milik Warga di Mojo Terbakar, Damkar Ngadiluwih Bergerak Cepat

KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran rumpun bambu milik Supoyo terjadi di RT 001 RW 014, Dusun Baran, Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jumat (23/10/2026) malam. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri dari Pos Ngadiluwih bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah potensi kebakaran meluas.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada pukul 21.50 WIB oleh seorang warga bernama Dimas. Menindaklanjuti laporan itu, tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.53 WIB dan tiba di tempat kejadian pada pukul 22.07 WIB.

Proses pemadaman dilaksanakan mulai pukul 22.14 WIB hingga pukul 22.50 WIB. Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter air dengan dukungan empat personel.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran tersebut diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, dugaan penyebab tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut melalui pemeriksaan yang berwenang.

Berkat penanganan petugas, api berhasil dipadamkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dalam laporan kejadian, tidak terdapat korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia. Sementara itu, nilai kerugian material belum dirinci.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan potensi bahaya dari sumber api sekecil apa pun. Puntung rokok yang dibuang sembarangan, terutama di dekat dedaunan kering atau tanaman yang mudah terbakar, dapat menimbulkan risiko kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di dekat rumpun bambu, dedaunan kering, maupun material lain yang mudah terbakar. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele dapat menimbulkan risiko kebakaran apabila tidak disikapi dengan baik,” ujar Kaleb.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan diri memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, menjaga kebersihan lingkungan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya kebakaran.

Menurutnya, masyarakat perlu mengutamakan keselamatan ketika menghadapi situasi darurat. Apabila api sudah membesar dan sulit dikendalikan, warga tidak disarankan memaksakan diri melakukan pemadaman tanpa peralatan yang memadai.

“Jika api sudah membesar dan sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri melakukan pemadaman tanpa peralatan yang memadai. Utamakan keselamatan dan segera minta bantuan petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Kaleb menegaskan bahwa upaya mencegah kebakaran tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bersama agar lebih bijak dalam beraktivitas dan selalu mengutamakan keselamatan demi melindungi lingkungan serta aset milik warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengancam lingkungan maupun harta benda masyarakat.

“Lebih baik mencegah sejak dini daripada harus menghadapi risiko kerugian yang lebih besar. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian bersama, kita dapat meminimalkan potensi kebakaran serta menjaga keamanan lingkungan,” imbuhnya.

Penanganan kebakaran rumpun bambu di Dusun Baran tersebut menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat. Informasi yang disampaikan kepada petugas menjadi bagian penting dalam mendukung pengerahan personel dan armada pemadam kebakaran.

Warga diimbau segera menghubungi layanan Damkar setempat apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga perlu menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan serta tidak meninggalkan sumber api dalam keadaan menyala.

Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sehari-hari. Dengan kepedulian bersama dan respons yang tepat, risiko kebakaran dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan aset milik warga lebih terlindungi.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *