KEDIRI, Wartajatim.id – Ancaman kebakaran bisa datang kapan saja dan tidak selalu memberikan waktu untuk bersiap. Kecepatan mengambil tindakan, ketepatan menggunakan peralatan, serta kemampuan mengendalikan situasi menjadi faktor penting agar api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Menyadari pentingnya kesiapsiagaan tersebut, Satpol PP Kabupaten Kediri melalui Bidang Pencegahan Kebakaran memberikan pembekalan khusus kepada 50 prajurit TNI AD Yonif TP 544/Ksatria Jayabaya di Kandangan, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026).
Bukan sekadar sosialisasi di dalam ruangan, kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.30 WIB tersebut juga diisi dengan praktik langsung dan simulasi pemadaman kebakaran. Para prajurit dibekali kemampuan mengenali karakteristik api, memahami prosedur keselamatan, hingga mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan peralatan tradisional dan modern.
Dalam materi pembekalan, tim Bidang Pencegahan Kebakaran Damkar Kabupaten Kediri menjelaskan tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran, teori dasar api, pengenalan bagian-bagian armada pemadam, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta formasi kerja beregu dalam operasi pemadaman.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi personel agar mampu memahami potensi bahaya sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat ketika menghadapi kebakaran di lingkungan batalyon.
Keseruan pelatihan semakin terlihat saat peserta mengikuti praktik penanganan kebakaran tahap awal. Mereka diperkenalkan dengan teknik pemadaman tradisional menggunakan karung goni, sekaligus mempraktikkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Dua metode tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih teknik pemadaman sesuai karakteristik dan kondisi kebakaran. Sebab, kesalahan dalam mengambil tindakan justru dapat meningkatkan risiko bagi orang yang berada di lokasi kejadian.
Tak berhenti sampai di situ, simulasi dilanjutkan dengan penggunaan unit mobil pemadam kebakaran TNI AD berkapasitas 5.000 liter. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai koordinasi, kedisiplinan, pembagian tugas, dan ketepatan tindakan dalam menghadapi situasi darurat.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman kebakaran.
Menurutnya, kemampuan melakukan penanganan awal harus menjadi perhatian bersama karena kebakaran yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
“Keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga harus didukung pengetahuan dan keterampilan yang benar. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para prajurit agar memahami bagaimana mengenali potensi kebakaran, menggunakan peralatan pemadam, serta melakukan tindakan awal secara tepat dan aman,” ujarnya.
Kaleb menegaskan, pemahaman teori harus berjalan beriringan dengan praktik lapangan. Dengan demikian, setiap personel tidak hanya mengetahui cara menggunakan peralatan pemadam, tetapi juga memahami prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Jangan sampai ketika kebakaran terjadi, kita baru kebingungan mencari cara memadamkannya. Pengetahuan tentang penggunaan APAR, teknik pemadaman awal, dan koordinasi antarpersonel harus dipahami sejak dini. Respons yang cepat harus tetap disertai tindakan yang tepat dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta agar menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran.
“Kami mengimbau agar seluruh personel selalu memperhatikan keamanan instalasi listrik, penggunaan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, serta memastikan sarana pemadam kebakaran tersedia dan berfungsi dengan baik. Pencegahan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan setelah terjadi musibah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kaleb berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Damkar Kabupaten Kediri dan jajaran TNI AD dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Menurutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Semakin banyak personel yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar, semakin kuat pula kesiapan bersama dalam menghadapi risiko kebakaran.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Jadikan sebagai bekal untuk melindungi lingkungan satuan dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran. Sinergi antarlembaga seperti ini harus terus diperkuat,” pungkasnya.
Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 50 anggota Yonif TP 544/Ksatria Jayabaya mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik dengan antusias. Seluruh kegiatan berjalan lancar, mulai dari penyampaian materi, pengenalan peralatan, praktik pemadaman tradisional dan modern, hingga simulasi menggunakan unit pemadam kebakaran TNI AD.
Melalui pelatihan ini, Satpol PP Kabupaten Kediri berharap kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat, tidak hanya di lingkungan instansi pemerintahan, tetapi juga di berbagai satuan dan elemen masyarakat.
Sebab, menghadapi kebakaran bukan hanya persoalan siapa yang paling cepat datang membawa armada pemadam, melainkan juga bagaimana setiap orang mampu mengenali bahaya, mengambil tindakan awal yang benar, dan mengutamakan keselamatan.(Dk)










