Nyaris Lalap Kandang Ternak! Rumpun Bambu Terbakar di Plemahan, Damkar Kediri Selamatkan Aset Rp50 Juta

Nyaris Lalap Kandang Ternak! Rumpun Bambu Terbakar di Plemahan, Damkar Kediri Selamatkan Aset Rp50 Juta

KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran rumpun bambu terjadi di RT 06 RW 01, Dusun Plemahan, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026) siang. Kobaran api yang diduga berasal dari pembakaran sisa daun bambu di lahan sebelah merembet ke lahan milik warga dan berpotensi mengancam kandang ternak kambing serta sapi.

Beruntung, laporan warga yang segera direspons Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berhasil mencegah api meluas. Enam personel Damkar Pos Pare diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan kobaran api. Aset kandang ternak milik warga yang ditaksir mencapai Rp50 juta pun berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut bermula ketika pemilik lahan sedang membersihkan kandang. Saat itu, ia mengetahui rumpun bambu miliknya terbakar.

Berdasarkan keterangan dalam laporan petugas, kebakaran diduga dipicu pembakaran sisa daun bambu di lahan sebelah. Api kemudian merembet ke rumpun bambu di lahan tetangga hingga memerlukan penanganan petugas pemadam kebakaran.

Mendapat laporan dari warga bernama Habib pada pukul 13.46 WIB, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 13.54 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 14.03 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman.

Dalam penanganan tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8157 EP, didukung enam personel.

Petugas melakukan pemadaman dan pengendalian api sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 15.05 WIB.

Dari kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia. Laporan petugas juga tidak mencatat adanya kerugian material. Sementara itu, aset kandang ternak kambing dan sapi milik warga dengan nilai taksiran sekitar Rp50 juta berhasil diselamatkan.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan bahwa kecepatan respons petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Setiap laporan kebakaran yang masuk menjadi perhatian kami dan harus segera ditindaklanjuti. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan penanganan sangat penting agar api tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan maupun aset milik warga. Alhamdulillah, dalam kejadian di Plemahan ini api berhasil dipadamkan dan kandang ternak senilai kurang lebih Rp50 juta dapat diselamatkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sisa daun, ranting, maupun sampah di lingkungan sekitar. Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak diawasi, terlebih ketika berada di dekat material yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di dekat kandang ternak, bangunan rumah, rumpun bambu, maupun lahan yang memiliki banyak material kering. Jangan pernah meninggalkan api dalam keadaan masih menyala. Pastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kaleb menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, melainkan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat.

“Jangan menunggu api membesar baru mengambil tindakan. Apabila mengetahui adanya kebakaran atau melihat potensi bahaya api di lingkungan sekitar, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, disusul perlindungan lingkungan dan harta benda masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk ketika membersihkan lahan dengan cara membakar sisa tanaman.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang cepat menyampaikan laporan sehingga petugas bisa segera bergerak melakukan penanganan. Kami juga mengapresiasi kesiapsiagaan personel Damkar Kabupaten Kediri di lapangan. Harapan kami, masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada kerugian besar,” pungkasnya.

Peristiwa kebakaran di Plemahan ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sisa tanaman tidak boleh dianggap sepele. Api yang tidak diawasi berpotensi merembet ke lahan tetangga, mengancam kandang ternak, bahkan membahayakan keselamatan warga.

Kesigapan petugas Damkar memang menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran sejak dini.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *