KEDIRI KOTA, Wartajatim.id || Bukan hanya turun ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas atau menegakkan aturan. Menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Kediri Kota justru memilih mendekat dan menyapa masyarakat yang setiap hari menjadikan jalan raya sebagai tempat mencari nafkah.
Para pengemudi ojek online (ojol) menjadi sasaran anjangsana dan pemberian bantuan sosial (baksos) yang digelar Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama anggota.,
Kehadiran jajaran Satlantas di tengah para pengemudi ojol bukan sekadar menyerahkan bantuan. Anjangsana tersebut menjadi ruang untuk bersilaturahmi, membangun komunikasi, mendengarkan secara langsung berbagai aktivitas dan tantangan yang dihadapi para pengemudi ojol, sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.
Bagi pengemudi ojol, jalan raya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari satu order menuju order berikutnya, mereka harus menghadapi kepadatan kendaraan, kondisi jalan, perubahan cuaca, hingga berbagai karakter pengguna jalan.
Di tengah aktivitas tersebut, keselamatan menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menekankan bahwa momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kedekatan, kepedulian, dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.
“Kami ingin momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini tidak hanya dimaknai sebagai sebuah peringatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Para pengemudi ojol adalah bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Mereka bekerja di jalan, melayani masyarakat, dan setiap hari menghadapi berbagai risiko di lapangan,” ujar AKP Septia Intan Putri menyampaikan pesan Kapolres Kediri Kota.
Menurutnya, perhatian terhadap pengemudi ojol tidak semata-mata berkaitan dengan tertib berlalu lintas. Lebih dari itu, terdapat sisi kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Di balik setiap pengemudi ojol yang bekerja di jalan, ada keluarga yang menunggu mereka pulang. Karena itu, kami ingin mengingatkan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban karena adanya aturan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, penumpang, dan sesama pengguna jalan,” tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mencari nafkah di jalan tidak boleh membuat keselamatan dikorbankan. Mengejar target order, mengejar waktu, maupun menghadapi kondisi lalu lintas yang padat tetap harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan.
“Jangan sampai karena mengejar waktu atau mengejar order, keselamatan justru diabaikan. Tidak ada pekerjaan yang lebih berharga daripada keselamatan. Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota juga mengajak para pengemudi ojol untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam setiap perjalanan. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, menggunakan helm standar, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, hingga menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
“Kami tidak ingin masyarakat melihat polisi hanya ketika ada penindakan. Kami ingin hadir sebagai mitra, sebagai bagian dari masyarakat yang sama-sama memiliki kepentingan untuk menjaga keselamatan di jalan. Kalau ada persoalan atau kendala di lapangan, kami juga ingin komunikasi antara kepolisian dan para pengemudi ojol terus terbuka,” kata AKP Septia.
Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran bahwa keamanan dan keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas.
Semua pengguna jalan memiliki peran yang sama untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Para pengemudi ojol diimbau untuk selalu memprioritaskan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak mengabaikan kondisi diri maupun kendaraan ketika menjalankan aktivitas.
Begitu pula dengan seluruh pengguna jalan lainnya. Kesabaran, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang lalu lintas yang lebih aman.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Polisi memiliki tugas untuk mengatur, melayani, mengedukasi dan menegakkan aturan, tetapi keberhasilan menciptakan keselamatan di jalan membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat. Kami mengajak para pengemudi ojol dan seluruh pengguna jalan untuk saling menjaga, saling menghormati, serta mengutamakan keselamatan daripada kepentingan pribadi,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan kelompok masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di jalan akan terus diperkuat. Menurutnya, para pengemudi ojol memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka bersentuhan langsung dengan berbagai kawasan dan lapisan masyarakat.
“Kami berharap para pengemudi ojol tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga bisa menjadi contoh dan mitra dalam membangun budaya tertib lalu lintas. Ketika melihat situasi yang berpotensi membahayakan, mari saling mengingatkan dengan cara yang baik dan humanis,” pesannya.
Ada pesan kuat di balik anjangsana tersebut. Polisi tidak selalu hadir ketika terjadi pelanggaran atau persoalan. Polisi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian, kepedulian, dan ruang untuk berkomunikasi.
Melalui kegiatan sederhana berupa silaturahmi dan pemberian baksos, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menunjukkan wajah pelayanan Polri yang dekat dengan masyarakat.
Bantuan sosial yang diberikan juga menjadi bentuk kepedulian kepada para pengemudi ojol yang selama ini menjadi salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati pada 22 September 2026.
Peringatan HUT Lantas diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Sebab, bagi pengemudi ojol maupun pengguna jalan lainnya, perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan.
Ada keluarga yang menunggu di rumah. Ada orang-orang yang berharap mereka kembali dalam keadaan selamat.
Karena itu, pesan keselamatan yang disampaikan Satlantas Polres Kediri Kota menjadi semakin relevan: bekerja keras mencari nafkah tetap penting, tetapi keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Kami ingin setiap orang yang berangkat bekerja bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat. Mari jadikan jalan raya sebagai ruang bersama yang kita jaga bersama. Tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dengan tertib, sabar, saling menghormati dan peduli terhadap keselamatan sesama,” pungkas AKP Septia menyampaikan pesan Kapolres Kediri Kota.
Dari anjangsana kepada para pengemudi ojol, Satlantas Polres Kediri Kota menyampaikan pesan sederhana namun kuat: membangun keselamatan di jalan dimulai dari kepedulian. Polisi hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk mendengar, menyapa, melayani, dan berjalan bersama masyarakat.(Dk)












