KEDIRI,Wartajatim.id – Kebakaran melanda kandang kambing milik Suwaji di Dusun Bulusari Utara, RT 12/RW 03, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kebakaran tersebut diketahui setelah warga melaporkan adanya kobaran api di area kandang yang berada di belakang rumah Suwaji. Laporan warga kemudian segera direspons personel Polsek Tarokan, Polres Kediri Kota, yang langsung mendatangi lokasi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, api diduga berasal dari aktivitas pemilik kandang yang membakar diang. Saat aktivitas tersebut berlangsung, kondisi angin cukup kencang dan api diduga tidak terawasi. Kobaran kemudian membesar dan merembet ke tumpukan jerami serta bagian kandang kambing.
Situasi tersebut berpotensi membahayakan rumah yang berada di dekat kandang. Personel Polsek Tarokan selanjutnya melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan.
Personel Polsek Tarokan yang hadir di lokasi yakni Ka SPKT Aiptu Sugiarto Andik P., Kanit Samapta Aiptu Mekky Wekyantok selaku Padal Piket Samapta, Brigadir Adi Prakoso, Piket Bhabinkamtibmas Aipda Heri Wibowo, S.H., serta Piket Intel Aipda Pungky Rian G.P.
Sementara itu, Damkar Pos Grogol mengerahkan dua unit armada dengan lima personel untuk melakukan pemadaman.
Sinergi antara personel Polsek Tarokan dan petugas Damkar Pos Grogol berlangsung di tengah kobaran api yang membakar kandang dan tumpukan jerami. Petugas Damkar fokus melakukan pemadaman, sementara personel kepolisian memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan proses penanganan berjalan lancar.
Setelah dilakukan pemadaman, sekitar pukul 16.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±40 meter persegi.
Meski kandang dan tumpukan jerami mengalami kerusakan, penanganan cepat petugas berhasil mencegah api merembet ke rumah. Rumah milik Suwaji dan 20 ekor kambing berhasil diselamatkan, dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Sementara kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan sekitar Rp10 juta.
Tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut. Korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api.
Masyarakat diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, terlebih jika aktivitas pembakaran dilakukan di sekitar rumah, kandang ternak, tumpukan jerami, maupun material lain yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api. Jangan meninggalkan api tanpa pengawasan dan pastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai. Kondisi angin juga perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan api dengan cepat membesar dan merembet,” pesan Kapolres Kediri Kota melalui Kapolsek Tarokan.
AKP Priyo Hadistyo juga mengingatkan pentingnya kecepatan masyarakat dalam menyampaikan informasi ketika terjadi kebakaran.
“Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan. Apabila warga mengetahui adanya kebakaran atau potensi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” ujar AKP Priyo.
Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi dan respons cepat dari berbagai unsur. Sinergi antara kepolisian, Damkar, BPBD, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas serta menekan potensi kerugian.
Peristiwa di Bulusari tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terlebih, kondisi angin dan keberadaan material kering seperti jerami dapat membuat api lebih mudah membesar dan merembet.
Dalam kejadian tersebut, respons Polsek Tarokan bersama Damkar Pos Grogol berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke rumah, sementara 20 ekor kambing milik Suwaji juga berhasil diselamatkan.(Dk)












