KEDIRI,Wartajatim.id || Kobaran api membakar area rumpun bambu milik warga di Dusun Templek, Desa Sumberduren, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jumat (25/9/2026) sore. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Grogol bergerak cepat setelah menerima laporan warga untuk mencegah api meluas.
Kebakaran terjadi di area RT 03/RW 02 sekitar pukul 15.57 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima petugas, api pertama kali diketahui warga setelah terlihat membesar di kawasan rumpun bambu.
Informasi awal menyebutkan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Karena api semakin membesar, warga kemudian memilih segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol berangkat menuju lokasi pada pukul 16.08 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 16.20 WIB dan langsung melakukan penanganan terhadap kobaran api.
Sebanyak empat personel dikerahkan dengan menggunakan satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter, dengan nomor kendaraan AG 8156 EP.
Petugas melakukan pemadaman secara terukur sekaligus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan api tidak merambat ke area lain. Setelah sekitar satu jam penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas memastikan kondisi di lokasi telah aman dan tidak ditemukan adanya titik api yang berpotensi kembali membesar.
Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp1,5 juta. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Berdasarkan laporan petugas, korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api, termasuk ketika membakar sampah.
Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila berada di dekat material yang mudah terbakar, terlebih ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api, termasuk saat membakar sampah. Jangan meninggalkan api sebelum benar-benar dipastikan padam dan hindari pembakaran di dekat material yang mudah terbakar,” ujar Kaleb.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Kecepatan laporan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan. Jika melihat kebakaran, segera laporkan kepada petugas dan jangan mengambil tindakan yang justru dapat membahayakan keselamatan diri,” tambahnya.
Penanganan kebakaran di Dusun Templek menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Terutama dalam aktivitas pembakaran sampah, pengawasan menjadi hal penting agar api tidak merambat dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dengan respons cepat warga dan petugas Damkar Kabupaten Kediri, kebakaran rumpun bambu tersebut akhirnya dapat dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.
(Redaksi/Wartajatim.id)












