KEDIRI, Wartajatim.id – Api yang diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah merambat ke rumpun bambu milik Agus di RT 04/RW 03, Dusun Pilangbango, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Selasa (6/10/2026) sore.
Kobaran api semakin membesar setelah tertiup angin dan kemudian menjalar ke rumpun bambu yang berada di sekitar lingkungan warga. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah api meluas ke area lain.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima petugas Damkar Kabupaten Kediri sekitar pukul 16.18 WIB. Selang dua menit kemudian, Tim Damkar Pos Grogol bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit armada AG 8156 EP dengan diperkuat empat personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.43 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Selain melokalisasi kobaran, personel juga melakukan penanganan pada area sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menjalar.
Berdasarkan laporan penanganan, luas area rumpun bambu yang terbakar diperkirakan sekitar 400 meter persegi. Tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.19 WIB. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas memastikan kondisi lokasi aman dan api telah padam sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp1 juta. Dalam laporan penanganan, tidak terdapat nilai aset yang tercatat berhasil diselamatkan.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan api, khususnya saat melakukan pembakaran sampah di ruang terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah. Kondisi angin yang cukup kencang dapat membuat api cepat membesar dan merambat, terutama apabila di sekitarnya terdapat rumpun bambu, semak, atau material yang mudah terbakar,” ujar Kaleb.
Ia menekankan bahwa api tidak boleh ditinggalkan begitu saja sebelum benar-benar dipastikan padam. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi penting karena kebakaran di lahan terbuka dapat berkembang dengan cepat mengikuti kondisi lingkungan.
“Jangan meninggalkan api sebelum benar-benar padam. Jika api mulai membesar atau sulit dikendalikan, segera menjauh dari lokasi yang berbahaya dan laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.
Peristiwa di Dusun Pilangbango tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka memiliki risiko apabila tidak memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar.
Terlebih ketika angin bertiup cukup kencang, api dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya melalui material yang mudah terbakar. Rumpun bambu juga dapat mempercepat penjalaran api sehingga diperlukan kewaspadaan sejak awal.
Dalam kejadian ini, laporan warga yang segera diterima petugas dan respons Damkar Kabupaten Kediri membantu mempercepat proses penanganan. Api berhasil dipadamkan sebelum dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Damkar Kabupaten Kediri mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan serta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Apabila pembakaran dilakukan, api harus terus diawasi dan dipastikan benar-benar padam setelah kegiatan selesai.
Wartajatim.id — Mengabarkan Fakta, Menjaga Kepercayaan.












