KEDIRI, Wartajatim.id – Aktivitas membakar sampah daun kering di sebuah kebun di wilayah RT 06/RW 01, Dusun Ngaglik, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jumat (4/9/2026), nyaris berujung kebakaran lebih luas.
Api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah daun kering tiba-tiba membesar setelah angin bertiup kencang. Kondisi tersebut membuat pemilik kebun khawatir kobaran api merembet ke lahan tebu yang berada di sebelahnya.
Menyadari api mulai sulit dikendalikan, pemilik kebun kemudian memilih meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 10.27 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih kemudian langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 10.29 WIB dan tiba sekitar pukul 10.39 WIB.
Sebanyak empat personel dikerahkan untuk melakukan penanganan dengan menggunakan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter dengan nomor kendaraan AG 8240 GP.
Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran bermula ketika pemilik kebun sedang membakar sampah berupa daun-daun kering.
Saat proses pembakaran berlangsung, angin tiba-tiba bertiup kencang. Kondisi tersebut membuat api membesar dan berpotensi merembet ke area di sekitarnya.
Kekhawatiran terutama muncul karena terdapat lahan tebu di sebelah lokasi. Apabila kobaran api tidak segera dikendalikan, api berpotensi menjalar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Pemilik kebun kemudian menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan armada dan personel menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap titik api. Penyemprotan air dilakukan hingga kobaran berhasil dikendalikan.
Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pengecekan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang masih berpotensi menyala kembali.
Sekitar pukul 11.45 WIB, proses penanganan dinyatakan selesai. Api berhasil dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Data penanganan mencatat korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.
Kerugian material juga dilaporkan nihil. Sementara itu, petugas memperkirakan aset berupa lahan tebu dengan nilai sekitar Rp15 juta berhasil diselamatkan dari potensi terdampak kobaran api.
Keberhasilan mencegah api merembet ke lahan tebu menjadi salah satu hasil penting dari respons cepat petugas setelah menerima laporan masyarakat.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah, terutama di area terbuka yang berdekatan dengan tanaman kering, rumpun bambu, lahan pertanian maupun benda mudah terbakar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat rumpun bambu, lahan kering, bangunan maupun lokasi yang terdapat bahan-bahan mudah terbakar. Jangan pernah meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” ujar Kaleb.
Ia menegaskan bahwa api yang terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila dipengaruhi kondisi lingkungan, termasuk hembusan angin. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi sekitar sebelum melakukan aktivitas yang menggunakan api.
“Sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api sudah benar-benar padam. Jika api mulai membesar atau sulit dikendalikan, jangan mengambil risiko. Segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” pesannya.
Menurut Kaleb, pencegahan merupakan langkah utama dalam mengurangi risiko kebakaran. Kesadaran masyarakat untuk mengawasi sumber api dan segera melapor ketika terjadi keadaan darurat sangat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap potensi kebakaran. Dengan pencegahan dan respons cepat, kita dapat mencegah kebakaran meluas serta melindungi aset masyarakat,” tegasnya.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat sejumlah kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Kediri sebelumnya juga berkaitan dengan aktivitas pembakaran di area terbuka. Faktor angin dan kondisi material yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api.
Peristiwa di Dusun Ngaglik tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas membakar sampah tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan.
Langkah pemilik kebun yang segera menghubungi Damkar ketika api mulai membesar turut membantu mencegah situasi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Petugas Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih berhasil mengendalikan api dalam waktu relatif singkat. Tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka, dan tidak terdapat kerugian material.
Yang tidak kalah penting, lahan tebu dengan nilai sekitar Rp15 juta berhasil diamankan dari potensi perambatan api.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika menggunakan api di area terbuka. Apabila kondisi angin cukup kencang atau lingkungan sekitar dipenuhi material kering dan mudah terbakar, pembakaran sebaiknya dihindari.
Jika api mulai tidak terkendali, masyarakat diminta segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
(Dk)












