Bermodal Seragam dan ID Card Palsu, Oknum Janjikan Masuk KAI! Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Gratis Tanpa Calo

Bermodal Seragam dan ID Card Palsu, Oknum Janjikan Masuk KAI! Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Gratis Tanpa Calo

MADIUN, Wartajatim.id – Hati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan kelulusan menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan imbalan sejumlah uang. Di balik harapan mendapatkan pekerjaan, masyarakat justru bisa terjebak praktik penipuan yang memanfaatkan nama besar perusahaan pelat merah tersebut.

Modusnya terbilang meyakinkan. Seorang oknum yang mengaku sebagai pejabat teknisi KAI diduga menawarkan kemudahan masuk menjadi pegawai perusahaan. Tak hanya mengumbar janji, pelaku juga menggunakan atribut menyerupai pegawai KAI, mulai dari seragam hingga kartu identitas (ID card) palsu, bahkan memberikan dokumen yang tidak benar kepada calon korbannya.

Kasus dugaan penipuan bermodus calo pekerjaan tersebut berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Madiun. Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya pelatihan dan tes kesehatan.

Terbongkarnya kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para pencari kerja agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku memiliki koneksi atau kewenangan untuk meloloskan seseorang menjadi pegawai KAI.

Merespons kejadian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun langsung menegaskan bahwa proses penerimaan pegawai di lingkungan KAI tidak mengenal praktik percaloan maupun pembayaran untuk menjamin kelulusan.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, memastikan bahwa orang yang terlibat dalam kasus tersebut bukan pegawai maupun karyawan resmi PT KAI.

Bahkan, atribut yang digunakan pelaku untuk meyakinkan korbannya dipastikan bukan atribut resmi perusahaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI sama sekali tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, atau biaya penggantian akomodasi dan transportasi,” tegas Tohari,Rabu (4/11/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu menggunakan jasa perantara atau memberikan sejumlah uang kepada pihak tertentu untuk mendapatkan kesempatan bekerja di KAI. Seluruh proses penerimaan pegawai dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berdasarkan kompetensi masing-masing peserta.

Ketatnya proses seleksi pegawai KAI juga terlihat dalam pelaksanaan Rekrutmen Eksternal Tahun 2026 untuk jenjang pendidikan SLTA, D3, dan D4/S1.

Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, sebanyak 2.312 peserta telah mendaftar dan mengikuti tahapan tes kesehatan awal. Dari jumlah tersebut, hanya 581 peserta yang berhasil melanjutkan ke tahap kedua, yakni tes psikologi.

Pelaksanaan tes psikologi tersebut turut dipantau langsung oleh Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.

Seleksi kemudian kembali menyaring peserta. Hasilnya, sebanyak 141 orang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan perjuangan ke tahapan tes wawancara.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kesempatan menjadi bagian dari KAI harus diperoleh melalui proses seleksi berjenjang. Tidak ada jaminan kelulusan hanya karena seseorang mengaku mengenal pejabat atau memiliki kedekatan dengan orang dalam perusahaan.

Karena itu, KAI mengingatkan seluruh peserta untuk tetap percaya pada kemampuan diri sendiri, mempersiapkan setiap tahapan seleksi dengan baik, serta menjaga integritas selama mengikuti proses rekrutmen.

Untuk melindungi masyarakat dari praktik penipuan, KAI Daop 7 Madiun mengingatkan calon pelamar agar memahami mekanisme resmi penerimaan pegawai.

Ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian masyarakat.

Pertama, pendaftaran hanya melalui situs resmi.

Seluruh informasi lowongan pekerjaan dan proses pendaftaran KAI hanya dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi karier.kai.id. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi lowongan dari sumber yang tidak jelas.

Kedua, tidak ada pengiriman lamaran fisik melalui perantara.

KAI tidak menerima berkas lamaran fisik melalui pos maupun melalui instansi atau pihak lain di luar ketentuan yang tercantum pada situs resmi perusahaan.

Ketiga, tidak ada pungutan biaya seleksi.

Calon peserta tidak diwajibkan membayar uang muka, biaya administrasi, biaya pelatihan, maupun biaya penggantian transportasi dan akomodasi sebagai syarat kelulusan.

Keempat, waspadai agen perjalanan yang ditunjuk oknum.

Masyarakat harus berhati-hati apabila ada pihak yang mewajibkan pemesanan tiket perjalanan atau akomodasi melalui agen tertentu dengan alasan menjadi bagian dari proses seleksi.

Kelima, seluruh tahapan diumumkan secara transparan.

Mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan awal, psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir hingga pendidikan dan pelatihan (diklat), perkembangan seleksi diumumkan melalui akun resmi masing-masing peserta.

KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan peserta dalam rekrutmen pegawai.

Jika menemukan tawaran pekerjaan mencurigakan, janji kelulusan berbayar, atau pihak yang menggunakan atribut dan identitas mengatasnamakan KAI, masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi melalui saluran resmi perusahaan atau melaporkannya kepada kepolisian terdekat.

Peringatan ini menjadi penting agar kesempatan mendapatkan pekerjaan tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan pribadi.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, masyarakat harus tetap mengutamakan kewaspadaan. Sebab, seragam, kartu identitas, maupun dokumen yang terlihat meyakinkan bukan jaminan seseorang benar-benar memiliki kewenangan sebagai pegawai KAI.

Pesan KAI jelas: jangan membeli janji kelulusan, jangan percaya calo, dan jangan keluarkan uang untuk menjadi pegawai KAI. Rekrutmen resmi berlangsung gratis, transparan, dan berdasarkan kompetensi.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *