KEDIRI, Wartajatim.id – Mengenal bahaya kebakaran tak cukup hanya melalui cerita. Anak-anak juga perlu memahami bagaimana mengenali risiko dan bersikap ketika keadaan darurat terjadi. Bekal pengetahuan inilah yang dibawa pulang 44 siswa TPQ Al-Faqih Papar setelah mengikuti edukasi kebakaran di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare, Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2026).
Bersama enam guru pendamping, para siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Bukan sekadar kunjungan untuk mengenal petugas, kegiatan tersebut diisi pembelajaran tentang tugas dan fungsi Damkar, pengenalan peralatan pemadam, hingga tata cara meminta pertolongan ketika menghadapi situasi darurat.
Suasana edukasi semakin menarik ketika para peserta diperkenalkan pada praktik penanganan kebocoran gas LPG dan pemadaman api menggunakan karung goni. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa menghadapi kebakaran membutuhkan pengetahuan, ketenangan, serta pemahaman mengenai risiko yang mungkin muncul.
Kebocoran gas LPG menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai di lingkungan rumah tangga. Penanganan yang keliru dapat meningkatkan risiko kebakaran, sehingga masyarakat perlu mengetahui langkah aman dan memahami kapan harus menjauh serta meminta bantuan petugas.
Melalui simulasi yang diberikan, para siswa diperkenalkan pada pentingnya mengenali potensi bahaya sebelum mengambil tindakan. Sementara itu, praktik pemadaman menggunakan karung goni menjadi bagian dari pengenalan metode pemadaman tradisional.
Namun, pemahaman keselamatan tetap menjadi hal utama. Tidak semua kebakaran dapat ditangani dengan peralatan sederhana. Apabila api membesar, terdapat kebocoran gas yang tidak terkendali, atau situasi membahayakan, keselamatan diri harus diutamakan dan bantuan petugas perlu segera diminta.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan peran Damkar kepada generasi muda. Tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan api, melainkan juga melakukan upaya pencegahan, memberikan edukasi, dan membantu penanganan keadaan darurat sesuai kewenangannya.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menekankan pentingnya membangun kesadaran terhadap bahaya kebakaran sejak usia dini.
“Edukasi kebakaran sejak dini merupakan langkah penting untuk menanamkan kesadaran tentang bahaya api dan pentingnya keselamatan. Kami berharap anak-anak dapat memahami potensi risiko di lingkungan sekitar, mengetahui cara meminta pertolongan, serta menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga,” ujar Kaleb.
Kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan Kebakaran tersebut berlangsung lancar. Para siswa dan guru mengikuti materi serta praktik dengan antusias.
Bagi anak-anak, pengalaman belajar secara langsung seperti ini dapat menjadi cara untuk mengenali bahaya yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan mengenai kebakaran diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati ketika berada di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Melalui edukasi di Pos Damkar Pare, upaya pencegahan kebakaran diperkenalkan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak. Mereka diajak memahami bahwa api yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari tetap memiliki risiko apabila tidak diawasi dan ditangani secara tepat.
Pada akhirnya, mencegah kebakaran bukan hanya soal kesiapan petugas saat api muncul. Kesadaran mengenali bahaya, memahami batas kemampuan diri, dan berani meminta pertolongan merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang perlu dibangun sejak dini.












