KEDIRI, Wartajatim.id – Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menangani gangguan keamanan. Membangun kedekatan, mendengar langsung persoalan warga, hingga membuka ruang komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Semangat itulah yang dibangun Polsek Tarokan melalui program Jumat Keliling (Jumling). Tidak hanya menjadi momentum Sholat Jumat berjamaah, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi, edukasi kamtibmas, sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan di lingkungannya secara langsung kepada kepolisian.
Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polsek Tarokan saat melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Nurul Huda, Dusun Bukaan, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026).
Berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 12.45 WIB, kegiatan tersebut mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat. Melalui pendekatan humanis dan komunikatif, Polsek Tarokan berupaya membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Priyo turut menyampaikan pesan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., tentang pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Kepedulian warga, kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, serta keberanian menyampaikan informasi menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Kehadiran polisi bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk menjalin silaturahmi, mendengarkan kondisi warga, serta membangun kesadaran bersama dalam mencegah tindak kejahatan,” ujar AKP Priyo saat menyampaikan pesan Kapolres Kediri Kota.
Dalam penyampaian pesan kamtibmas, Kapolsek Tarokan mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama serta tidak mudah terprovokasi informasi bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diingatkan agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya menjadi langkah sederhana untuk mencegah kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat.
Selain itu, kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), juga menjadi perhatian.
Warga diminta tidak mengabaikan langkah pengamanan sederhana, seperti memastikan pintu dan jendela rumah terkunci saat ditinggalkan untuk beribadah serta menggunakan kunci ganda ketika memarkir kendaraan.
Tak kalah penting, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan online yang semakin beragam.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Kewaspadaan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Pastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan dan kendaraan diparkir dengan pengamanan yang memadai. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera komunikasikan kepada pihak kepolisian atau perangkat desa,” pesannya.
Tidak hanya menyasar persoalan kriminalitas, pesan kamtibmas dalam kegiatan Jumling tersebut juga menyoroti pentingnya perlindungan generasi muda.
AKP Priyo mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak. Pendampingan keluarga dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan negatif, penyalahgunaan minuman keras (miras), maupun narkoba.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, masyarakat, tokoh agama, dan kepolisian agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta positif.
Dalam kesempatan yang sama, jamaah yang membawa kendaraan bermotor juga diingatkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Lebih dari sekadar menyampaikan imbauan keamanan, program Jumat Keliling juga diarahkan menjadi ruang komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui suasana silaturahmi yang dekat dan kekeluargaan, warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, informasi kondisi lingkungan, potensi gangguan keamanan, hingga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Komunikasi langsung tersebut memungkinkan kepolisian memperoleh gambaran lebih nyata mengenai situasi yang dihadapi masyarakat. Masukan warga selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pencegahan maupun tindak lanjut sesuai kewenangan kepolisian.
“Kami berharap masyarakat tidak sungkan menyampaikan aspirasi, informasi, maupun permasalahan yang terjadi di lingkungannya. Jangan menunggu sampai persoalan berkembang menjadi lebih besar. Melalui komunikasi yang baik, setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui lebih awal dan diupayakan penyelesaiannya bersama,” harap AKP Priyo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tarokan Supadi, Kanit Intelkam IPTU Dian Eko C., Kanit Binmas IPDA Suyono, S.H., PS. Kanit Propam AIPTU Candra Hermawan, S.H., tokoh agama sekaligus imam Masjid Nurul Huda H. Ridwan, serta jamaah Sholat Jumat.
Kehadiran unsur kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan wilayah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
“Melalui Jumat Keliling, kami ingin semangat Polisi Bersama Masyarakat benar-benar diwujudkan dalam pelayanan nyata. Polisi tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengarkan, menjalin komunikasi, dan membangun kepercayaan masyarakat. Kami berharap kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terus terpelihara demi terciptanya wilayah Tarokan yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkas AKP Priyo.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui program Jumat Keliling, Polsek Tarokan berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat, humanis, dan terbuka terhadap masyarakat. Sebab, keamanan bukan hanya tentang mencegah kejahatan, melainkan juga membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, dan memastikan suara masyarakat mendapat perhatian.
Dari masjid, komunikasi dibangun. Dari kepedulian bersama, keamanan lingkungan diperkuat.(Dk)












