KEDIRI, Wartajatim.id – Berawal dari aktivitas membakar sampah, dapur milik Dian, warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, terbakar pada Senin (12/10/2026) petang. Tiupan angin kencang diduga membuat api membesar hingga merembet ke tumpukan kayu dan bagian atap dapur.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri dari Pos Grogol bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut. Empat personel dengan satu unit armada dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke bagian rumah lainnya.
Peristiwa yang terjadi di RT 01/RW 02, Desa Gampeng, ini mengakibatkan area dapur seluas sekitar enam meter persegi terdampak kebakaran. Berdasarkan laporan petugas, kerugian material ditaksir mencapai Rp3 juta. Sementara itu, nilai rumah yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan kronologi dalam laporan Damkar Kabupaten Kediri, kebakaran diduga bermula ketika aktivitas pembakaran sampah tidak diawasi. Dalam kondisi angin bertiup kencang, api membesar dan merembet ke tumpukan kayu hingga mengenai bagian atap dapur.
Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 17.44 WIB. Tim Damkar Pos Grogol kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.47 WIB dan tiba di Desa Gampeng sekitar pukul 18.00 WIB.
Sebanyak empat personel diterjunkan menggunakan satu unit armada bernomor polisi AG 8156 EP. Petugas melakukan pemadaman sesuai prosedur operasional standar (SOP) hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 19.00 WIB.
Penanganan tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran sekaligus mencegah api menjalar lebih jauh ke bangunan rumah. Meski area yang terbakar diperkirakan enam meter persegi, kejadian ini menunjukkan bahwa pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat memicu kebakaran bangunan.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp3 juta. Di sisi lain, berdasarkan laporan penanganan, nilai rumah yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp500 juta.
Angka tersebut merupakan estimasi dalam laporan petugas, bukan hasil penilaian independen terhadap nilai aset maupun kerusakan.
Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar penting dari peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di sekitar rumah, terutama ketika terdapat tumpukan kayu atau bahan lain yang mudah terbakar.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjadi pihak yang dapat dimintai tanggapan mengenai pentingnya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.
Pembakaran sampah perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi lingkungan. Api tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan, terlebih ketika angin kencang berpotensi mempercepat penyebarannya.
Masyarakat juga diimbau memastikan bara benar-benar padam dan menghindari pembakaran apabila berisiko menjalar ke bangunan maupun material mudah terbakar lainnya.
Kebakaran dapur di Desa Gampeng menjadi pengingat bahwa sumber api yang tampak sederhana dapat berkembang menjadi ancaman serius apabila tidak ditangani dengan hati-hati.
Respons cepat petugas Damkar Kabupaten Kediri membantu mengendalikan kebakaran hingga tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
Warga diharapkan segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas dan mengutamakan keselamatan ketika menghadapi situasi darurat.
Peristiwa di Desa Gampeng ini menjadi pelajaran penting: jangan biarkan api kecil berubah menjadi kebakaran yang mengancam rumah dan keselamatan keluarga.(Dk)












