KEDIRI, Wartajatim.id – Pembakaran sampah dan daun kering di sekitar aliran sungai diduga memicu kebakaran rumpun bambu milik warga di Dusun Wonorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu (11/10/2026). Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih bergerak cepat dan berhasil memadamkan api sebelum penanganan dinyatakan selesai pada pukul 14.55 WIB.
Kebakaran yang terjadi di RT 001/RW 003 tersebut dilaporkan mengancam vegetasi di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, api diduga berasal dari rembetan pembakaran sampah dan daun kering di area sekitar sungai hingga menjalar ke rumpun bambu milik Wiji.
Laporan kebakaran diterima petugas dari Fajar pada pukul 13.08 WIB. Tim Damkar Pos Ngadiluwih kemudian berangkat pukul 13.13 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.35 WIB.
Sebanyak empat personel diterjunkan menggunakan satu unit armada pemadam berkapasitas 2.500 liter air. Petugas langsung melakukan pemadaman sesuai prosedur operasional standar (SOP) untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan hingga penanganan selesai pada pukul 14.55 WIB.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjadi pihak yang perlu menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran akibat pembakaran sampah, terutama di dekat vegetasi kering.
“Pembakaran sampah dan daun kering tidak boleh dianggap sepele, terlebih jika dilakukan di dekat rumpun bambu atau pepohonan yang mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta memastikan bara benar-benar padam setelah kegiatan pembakaran selesai,” demikian draf pesan yang perlu dikonfirmasi kepada Kaleb sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung.
Imbauan tersebut penting mengingat api dapat merembet ketika kondisi lingkungan mendukung, terutama saat terdapat tumpukan daun kering, bambu, maupun material lain yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
Berdasarkan laporan penanganan Damkar Kabupaten Kediri, tidak terdapat korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Laporan juga mencatat pohon jati dengan estimasi nilai sekitar Rp30 juta sebagai aset yang berhasil diselamatkan. Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran belum tercatat.
Tidak tersedia keterangan lebih lanjut mengenai luas area rumpun bambu yang terbakar maupun jumlah pohon jati yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat bermula dari aktivitas sehari-hari yang kurang memperhatikan aspek keselamatan. Karena itu, warga diimbau tidak membakar sampah di dekat vegetasi kering, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta memastikan api dan bara benar-benar padam.
Kecepatan pelaporan dan kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi risiko terhadap lingkungan dan aset milik masyarakat.
Kewaspadaan terhadap api merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah kebakaran meluas dan melindungi keselamatan bersama.(Dk)












