KEDIRI KOTA – Wartajatim.id || Suasana berbeda terlihat di kawasan Wisata Sumber Banteng, Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (7/8/2026). Bukan sekadar menikmati suasana wisata, warga justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan Kamtibmas kepada jajaran Polsek Pesantren.
Melalui program Jumat Curhat bertema “Polri Dekat dengan Masyarakat”, warga, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, pengelola wisata dan pemerintah kelurahan berdialog langsung dengan Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. Beragam persoalan dibahas, mulai dari kewenangan penanganan persoalan hukum, koordinasi sebelum kegiatan masyarakat, hingga permintaan agar forum Jumat Curhat digelar secara rutin.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi dua arah agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan di lingkungannya secara langsung kepada kepolisian.
Dalam kesempatan itu, Kompol Siswandi menegaskan bahwa Polsek Pesantren membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat.
«“Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Silakan sampaikan keluhan, saran, masukan, atau permasalahan Kamtibmas yang ada di lingkungan sekitar Sumber Banteng dan Kelurahan Tempurejo,” ujar Kompol Siswandi.»
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan kawasan wisata tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Peran aktif masyarakat, pemerintah kelurahan, pengelola wisata, tokoh masyarakat serta seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Warga Minta Jumat Curhat Terus Berlanjut
Salah satu aspirasi menarik disampaikan Ketua RT 14, Puji. Ia berharap kegiatan Jumat Curhat tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin.
Permintaan tersebut dinilai penting karena Ketua RT dan RW dapat menjadi penghubung informasi antara kepolisian dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
Kompol Siswandi menyambut baik usulan tersebut. Ia menyebut komunikasi secara rutin dapat membantu kepolisian melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
«“Dengan rutin bertemu, kita bisa mengetahui lebih awal kalau ada potensi konflik, kenakalan remaja, atau persoalan lain di wilayah, termasuk di kawasan Wisata Sumber Banteng,” katanya.»
Polsek Pesantren juga berencana mengupayakan kegiatan serupa digelar secara bergilir di berbagai lokasi, mulai dari balai RW, tempat wisata, masjid hingga titik-titik yang dinilai membutuhkan kehadiran dan komunikasi langsung dengan masyarakat.
Bahas Perbedaan Ranah Polri dan Satpol PP
Dalam sesi dialog, Ketua LPMK Imron menanyakan mengenai jalur penyelesaian persoalan hukum, khususnya perbedaan kewenangan antara kepolisian dan Satpol PP.
Kompol Siswandi menjelaskan bahwa secara umum kepolisian menangani perkara yang masuk dalam ranah tindak pidana, sedangkan Satpol PP memiliki kewenangan dalam penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau permasalahannya pidana, silakan dilaporkan ke Polsek Pesantren atau Polres Kediri Kota. Sedangkan kalau berkaitan dengan pelanggaran Perda atau ketertiban umum, dapat dikoordinasikan dengan Satpol PP Kota Kediri,” jelasnya.
Selain itu, Ketua RW Budi Susilo juga menanyakan mengenai perlunya koordinasi ketika masyarakat hendak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kapolsek menyampaikan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian, menggunakan jalan umum atau membutuhkan pengamanan.
Koordinasi tersebut, kata dia, bertujuan membantu memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar, termasuk apabila diperlukan pengaturan lalu lintas maupun koordinasi dengan instansi terkait.
«“Intinya kami dari Polsek Pesantren tidak mempersulit. Justru dengan melapor dan berkoordinasi, kegiatan Bapak Ibu diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan lancar. Kami siap hadir dan membantu pengamanannya,” tutur Kompol Siswandi.»
Sinergi Polri, Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan Jumat Curhat di Wisata Sumber Banteng turut dihadiri Kepala Kelurahan Tempurejo Sri Handayani, jajaran Polsek Pesantren, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPMK, Ketua RW/RT, pengelola wisata, Pokdarwis, tokoh masyarakat serta warga.
Kepala Kelurahan Tempurejo Sri Handayani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum seperti Jumat Curhat dapat menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
Terlebih, kawasan wisata membutuhkan perhatian bersama dalam aspek keamanan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian imbauan Kamtibmas, doa dan foto bersama.
Selama berlangsung, kegiatan Jumat Curhat Polsek Pesantren berjalan aman, lancar dan kondusif.
Melalui forum tersebut, Polsek Pesantren menunjukkan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat, humanis dan responsif.
Polri dekat dengan masyarakat bukan hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi juga hadir untuk mendengar sebelum masalah berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.(Dk)












