KEDIRI – Wartajatim.id || Kebakaran melanda sebuah kamar di lantai dua rumah milik Zaenal Machsun, warga RT 01/RW 14, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (11/8/2026) siang. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke bagian bangunan lainnya.
Peristiwa tersebut diketahui pemilik rumah setelah melihat api sudah membesar di dalam kamar lantai dua. Menyadari kondisi tersebut, pemilik rumah segera meminta bantuan warga sekitar untuk melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran.
Laporan diterima petugas pada pukul 11.52 WIB dari Hendrik. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 11.55 WIB dan tiba sekitar pukul 12.10 WIB.
Proses pemadaman dilakukan mulai pukul 12.12 WIB hingga 13.45 WIB. Untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas, petugas mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari beberapa unsur.
Armada yang diterjunkan meliputi satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP dan lima personel. Selain itu, turut diperbantukan dua unit armada Pos Pare berkapasitas masing-masing 5.000 liter, satu unit armada PMK Kota Kediri berkapasitas 3.500 liter, serta satu unit armada Gudang Garam berkapasitas 5.000 liter.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setelah dilakukan penyemprotan dan pengendalian api, kobaran akhirnya berhasil dipadamkan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, api diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut masih menjadi informasi awal dan bukan merupakan kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai sekitar Rp1,35 miliar.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas mencatat tidak ada korban luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat sangat penting dalam setiap kejadian kebakaran. Kecepatan petugas menuju lokasi diharapkan dapat mencegah api semakin membesar dan mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dapat dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran untuk memeriksa kondisi kelistrikan di rumah. Pemeriksaan dan perawatan secara berkala sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kaleb.
Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kabel, stopkontak, sambungan listrik, serta berbagai peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari. Kabel yang sudah rusak, sambungan bertumpuk, maupun penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kelistrikan.
Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika menghadapi kejadian kebakaran. Apabila api masih kecil dan kondisi memungkinkan, masyarakat dapat melakukan upaya awal dengan tetap mengutamakan keselamatan. Namun, jika api sudah membesar dan berpotensi membahayakan, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Yang paling utama adalah keselamatan jiwa. Jika terjadi kebakaran, segera evakuasi anggota keluarga ke tempat yang aman dan secepatnya laporkan kepada petugas. Jangan mengambil risiko dengan berusaha memadamkan api sendiri apabila kondisi sudah tidak memungkinkan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas serta dukungan masyarakat dalam penanganan kebakaran di Dusun Tepus tersebut.
“Kami mengapresiasi respons petugas di lapangan dan masyarakat yang segera memberikan laporan. Sinergi seperti ini sangat diperlukan karena semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang dan masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini,” pungkas Kaleb.
Peristiwa kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan listrik sesuai standar, serta tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam kondisi berisiko dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keselamatan keluarga dan harta benda.(Dk)












