KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran terjadi pada sebuah kandang sapi milik warga bernama Tikno di RT 01 RW 08, Dusun Tawang, Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (2/10/2026) siang.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.10 WIB. Mendapat laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 13.11 WIB.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB dan segera melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas ke bagian bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan respons cepat petugas dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan api sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Penanganan dilakukan sesuai SOP dengan mengerahkan armada dan personel yang diperlukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Kaleb.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Armada pertama berasal dari Pos Damkar Pare dengan nomor kendaraan AG 8157 EP, sedangkan armada kedua dari Pos Damkar Grogol dengan nomor kendaraan AG 8156 EP.
Sebanyak 11 personel diterjunkan dalam proses pemadaman tersebut. Petugas melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada pukul 13.40 WIB.
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diketahui setelah pemilik kandang, Tikno, pulang dari melaksanakan salat Jumat. Saat itu, ia mendapat informasi dari istrinya bahwa kandang sapi miliknya telah terbakar.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pemilik menyampaikan bahwa dirinya tidak membakar sampah bekas pakan di sekitar kandang dan tidak terdapat saluran kabel di dalam kandang yang diketahui menjadi sumber api.
Karena itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan tidak disimpulkan secara sepihak.
Kaleb menambahkan, keberadaan masyarakat yang segera melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menunda melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga potensi kerugian maupun dampak terhadap bangunan di sekitar lokasi bisa ditekan,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia tercatat nihil.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 juta. Meski demikian, tindakan pemadaman yang dilakukan petugas berhasil menyelamatkan aset dengan nilai yang diperkirakan mencapai sekitar Rp130 juta.
Kebakaran berhasil dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas melakukan penanganan di lokasi dan memastikan tidak terdapat potensi api kembali yang dapat membahayakan warga maupun lingkungan sekitar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada bangunan yang digunakan sebagai kandang atau tempat penyimpanan material yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila menemukan kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.(Dk)












