KEDIRI, Wartajatim.id – Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, tidak hanya diwarnai kegiatan keagamaan dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara kepolisian, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polsek Tarokan bersama jajaran Koramil 0809/05 Grogol dan unsur pemerintah desa bersinergi melakukan pengamanan kegiatan yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tarokan di Lapangan Pojok, Desa Bulusari, Kamis (22/10/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Penampilan Cak Sodiq, New Monata, dan Asraf Nada turut memeriahkan acara yang menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat.
Di tengah antusiasme warga mengikuti rangkaian kegiatan, kehadiran petugas keamanan menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran acara sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pengamanan tersebut tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban, menghormati sesama pengunjung, serta mematuhi arahan petugas juga menjadi unsur penting agar kegiatan dapat berlangsung dengan nyaman.
Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Pengamanan kegiatan Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Namun, keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri dan TNI. Peran serta masyarakat sangat penting, mulai dari menjaga ketertiban, menghormati sesama pengunjung, hingga bersama-sama mencegah potensi gangguan keamanan,” ujar AKP Priyo Hadistyo.
Ia menambahkan, kegiatan kemasyarakatan seperti peringatan Hari Santri membutuhkan kerja sama seluruh elemen agar semangat kebersamaan dapat berjalan seiring dengan kesadaran menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, hubungan yang baik antara aparat, tokoh agama, panitia penyelenggara, dan masyarakat dapat memperkuat komunikasi serta membantu mencegah persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Melalui Kapolsek Tarokan, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., turut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
“Peringatan Hari Santri Nasional hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” imbau Kapolres melalui Kapolsek Tarokan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya melalui kehadiran petugas. Partisipasi warga dalam menjaga lingkungan, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, serta menghormati perbedaan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, masyarakat juga diharapkan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain, menjaga barang bawaan, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang kontribusi santri dan ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia. Nilai keilmuan, kedisiplinan, pengabdian, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi semangat yang relevan untuk terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” juga mengandung pesan tentang pentingnya membangun generasi yang berilmu, berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dalam konteks kehidupan masyarakat, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, membantu sesama, dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Sinergi Polsek Tarokan, Koramil 0809/05 Grogol, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan di Lapangan Pojok menjadi gambaran pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam kehidupan sosial.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, diharapkan hubungan antara aparat dan masyarakat semakin erat. Bukan hanya saat berlangsungnya kegiatan besar, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keamanan, persatuan, dan kerukunan dapat terus terpelihara di wilayah Kecamatan Tarokan.
Sebab, lingkungan yang aman tidak hanya dibangun oleh petugas yang berjaga, tetapi juga oleh masyarakat yang peduli dan bersedia menjaga satu sama lain. (Dk)












