KEDIRI, Wartajatim.id — Kebakaran melanda lahan tebu milik Lukman di Dusun Sumoroto, Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Minggu (27/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut diketahui warga sekitar pukul 12.05 WIB. Saat melintas di sekitar lokasi, warga melihat adanya api yang membakar area lahan tebu. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Menerima laporan, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.10 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 12.20 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas ke area lahan di sekitarnya.
Pemadaman dilakukan menggunakan satu unit armada Damkar berkapasitas 2.500 liter dengan nomor kendaraan AG 8240 GP. Sebanyak lima personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 13.40 WIB. Proses penanganan dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Berdasarkan laporan petugas, tidak ditemukan adanya korban dalam kejadian tersebut. Baik korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia tercatat nihil.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas tidak menemukan adanya aktivitas di sekitar lahan yang dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya api.
Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp30 juta. Di sisi lain, nilai aset yang berhasil diselamatkan juga diperkirakan sekitar Rp30 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di area lahan yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika berada di sekitar lahan kering atau tanaman yang mudah terbakar. Jika melihat adanya api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Kaleb.
Ia menegaskan, kecepatan masyarakat dalam menyampaikan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kejadian kebakaran.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian kepada petugas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan sehingga api tidak semakin meluas,” tambahnya.
Damkar Kabupaten Kediri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau material mudah terbakar sembarangan, terlebih ketika kondisi lingkungan mendukung cepatnya penyebaran api.
Hingga pemadaman selesai, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan aman dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
(Red/Wartajatim.id)












