KEDIRI, Wartajatim.id — Kobaran api melanda lahan tebu milik H. Sentot Djamaludin di Jalan Kapas-Kunjang, Dusun Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Sabtu (24/9/2026) petang. Dua armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang membakar area perkebunan tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan kepada Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri pada pukul 17.43 WIB. Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Pos Pare langsung bergerak pada pukul 17.47 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran diketahui setelah seorang mandor mendapat informasi dari warga sekitar mengenai adanya lahan tebu yang terbakar.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas tidak menyimpulkan penyebab kejadian sebelum adanya informasi atau pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Armada pertama berasal dari Damkar Pos Pare dengan nomor AG 8157 EP, sedangkan armada kedua dari Damkar Pos Grogol dengan nomor AG 8156 EP. Sebanyak 11 personel diterjunkan dalam proses pemadaman.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan di area terdampak. Penanganan berlangsung hingga pukul 23.36 WIB.
Setelah melalui proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sesuai SOP. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan bahwa kecepatan respons petugas menjadi bagian penting dalam menangani kebakaran, terutama pada lahan yang memiliki potensi api berkembang.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Armada dan personel kami kerahkan untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas ke area lainnya,” ujar Kaleb.
Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran semakin besar dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan,” katanya.
Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lahan, khususnya apabila kondisi lingkungan mudah terbakar.
Dalam kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta. Sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp100 juta.
Tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Hingga laporan penanganan disampaikan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Informasi terkait penyebab kejadian karena itu masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
Kesigapan petugas Damkar Kabupaten Kediri dalam merespons laporan menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran tersebut. Setelah berjam-jam dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
(Wartajatim.id)












