KEDIRI ,Wartajatim.id – Suasana malam di Dusun Kalangbong, Desa Dawuhan Kidul, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, mendadak diwarnai kepulan asap dan kobaran api. Sebuah lahan tebu di RT 02/RW 03 terbakar pada Kamis (1/10/2026) malam.
Kebakaran diketahui setelah warga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas sekitar pukul 23.08 WIB. Dari informasi awal yang diterima, api diduga muncul setelah adanya aktivitas pembakaran daduk di sekitar lahan.
Laporan tersebut langsung direspons Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare. Hanya beberapa menit setelah menerima informasi, petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 23.11 WIB.
Perjalanan menuju lokasi ditempuh hingga petugas tiba sekitar pukul 23.26 WIB. Tanpa menunggu api berkembang lebih luas, personel langsung melakukan pemadaman.
Satu unit armada Damkar Pos Pare berkapasitas 5.000 liter, AG 8157 EP, diterjunkan dalam penanganan tersebut. Sebanyak enam personel Damkar bersama satu anggota Satpol PP Kabupaten Kediri turut terlibat dalam operasi pemadaman.
Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.40 WIB. Setelah api terkendali, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan bahwa kecepatan laporan masyarakat dan respons petugas menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran lahan.
“Begitu laporan diterima, petugas langsung kami arahkan menuju lokasi. Penanganan dilakukan sesuai SOP dengan fokus utama memadamkan api dan mencegah agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya,” ujar Kaleb.
Menurutnya, kebakaran lahan membutuhkan perhatian serius karena material kering di area pertanian dapat membuat api mudah menjalar, terlebih apabila terdapat angin atau kondisi lahan yang kering.
Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran di sekitar lahan. Pastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menyulut kebakaran,” pesannya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu menunggu api membesar untuk melapor. Informasi sedini mungkin akan mempercepat mobilisasi petugas sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik ringan maupun berat. Berdasarkan laporan petugas, kerugian material juga nihil.
Setelah proses pemadaman selesai, tim memastikan kondisi lokasi aman. Penanganan berlangsung sekitar satu jam lebih, sejak petugas tiba di lokasi hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran di sekitar lahan pertanian membutuhkan kewaspadaan tinggi. Api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak dikendalikan dengan baik.
(Dk/WartaJatim.id)












