Menembus Kabut Misteri Palisade AG 150: Langkah Cepat Satlantas Polres Kediri Kota Jemput Keadilan untuk Fulan

Menembus Kabut Misteri Palisade AG 150: Langkah Cepat Satlantas Polres Kediri Kota Jemput Keadilan untuk Fulan

KEDIRI KOTA – Wartajatim.id || Sebuah tabir misteri kini tengah menyelimuti kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa Fulan Zuleyka (19), seorang mahasiswi Universitas Islam Syekh Wasil Kediri, di Jalan KH Ahmad Dahlan pada Minggu (5/7) malam. Di tengah spekulasi publik yang liar terkait keterlibatan SUV mewah Hyundai Palisade putih, jajaran Satlantas Polres Kediri Kota bergerak cepat mengambil posisi tegas: menggaransi proses hukum yang transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih.

​Suasana duka masih terasa pekat di kediaman sederhana Dusun Sendang, Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. Tangis Welas Hari Widodo dan Lilik Suryani, orang tua almarhumah, belum sepenuhnya reda. Namun, di tengah masa-masa sulit tersebut, Korps Sabuk Putih hadir tidak sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai representasi negara yang berempati.

​Pada Rabu (8/7), Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H., bersama KBO Iptu Murnianto dan jajaran Kanit, turun langsung memeluk duka keluarga korban. Kehadiran mereka membawa pesan kuat: keadilan bagi Fulan akan dikawal hingga tuntas. Selain memberikan dukungan moral dan bantuan sembako untuk meringankan beban keluarga, AKP Yudho di hadapan orang tua korban menegaskan komitmen hukum yang mutlak.

​”Tragedi ini harus menjadi cerminan bagi kita semua. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan taat aturan lalu lintas. Keselamatan bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tegas AKP Yudho, sembari memastikan bahwa status kendaraan mewah tidak akan menjadi tameng untuk meloloskan diri dari jerat hukum.


​Kendati pengemudi Palisade berinisial DWS (16) seorang pelajar asal Nganjuk dinyatakan negatif narkoba berdasarkan tes urine, publik tetap menangkap sederet kejanggalan yang memerlukan jawaban konkret. Bagaimana bisa seorang remaja di bawah umur menguasai kemudi SUV mewah lintas kabupaten di malam hari hingga memicu kecelakaan domino yang melibatkan empat kendaraan?

​Aroma misteri kian menyengat saat polisi membongkar manipulasi identitas kendaraan. Saat insiden maut itu terjadi, mobil bongsor tersebut kedapatan menggunakan “plat nomor gantung” alias palsu, yakni AG 150. Berdasarkan penelusuran sistem dokumen kepolisian, identitas asli kendaraan mewah tersebut adalah AG 55 SIS.

​”Saat kejadian yang bersangkutan menggunakan plat nomor gantung AG 150. Hal tersebut sudah kami pastikan berdasarkan hasil pemeriksaan kendaraan beserta dokumen yang kami miliki,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota, Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman.

​Pertanyaan besar pun menyeruak di ruang publik: Apa motif di balik penyamaran identitas mobil mewah tersebut saat mengaspal di jalan raya? Apakah ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?


​Pengakuan DWS yang berdalih “kurang berkonsentrasi” sebelum menghantam motor Honda Scoopy korban dari belakang hingga memicu efek domino menabrak Avanza dan Panther dari jalur berlawanan kini tengah diuji secara saintifik oleh penyidik. Kecepatan riil kendaraan saat benturan fatal terjadi menjadi salah satu fokus utama yang terus didalami.

​Saat ini, Satlantas Polres Kediri Kota tengah mempersiapkan langkah krusial. Kasus ini dipastikan akan segera dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan melalui mekanisme gelar perkara dalam waktu dekat.

​Langkah taktis dan respons cepat yang ditunjukkan oleh Satlantas Polres Kediri Kota ini menjadi jawaban atas desakan publik yang menuntut transparansi. Di bawah pengawalan ketat masyarakat dan ketegasan komitmen AKP Tutud Yudho Prastyawan, titik terang keadilan bagi mendiang Fulan kini tengah dijemput, membuktikan bahwa di jalan raya, hukum tetap tegak berdiri tanpa memandang kasta atau rupa kendaraan.(Dk)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *