KEDIRI, Wartajatim.id – Menanamkan rasa cinta tanah air tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Pemahaman tentang Pancasila, sejarah bangsa, persatuan, dan keberagaman perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh dengan karakter kuat, berintegritas, serta tidak kehilangan jati diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Semangat tersebut diusung dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Wawasan Kebangsaan Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Kabupaten Kediri. Sebanyak 26 regu perwakilan kecamatan dijadwalkan mengikuti kompetisi selama dua hari, pada 27–28 Oktober 2026, bertempat di Hotel Lotus, Kota Kediri.
Ajang ini tidak sekadar menjadi perlombaan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk mengasah pengetahuan, ketangkasan berpikir, kekompakan tim, serta pemahaman murid terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah tantangan era digital dan arus globalisasi, generasi muda dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta rasa bangga terhadap identitas bangsa Indonesia.

LCC Wawasan Kebangsaan Tahun 2026 dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kompetitif. Peserta tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu memahami pertanyaan, berpikir logis, menentukan jawaban secara tepat, serta bekerja sama dalam menghadapi tantangan perlombaan.
Materi yang dilombakan mencakup nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, sejarah bangsa, kebudayaan nasional, hingga kearifan lokal Kabupaten Kediri.
Penguasaan materi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal. Para murid juga didorong untuk memahami makna persatuan, menghargai perbedaan, dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kompetisi ini, pendidikan karakter dipadukan dengan pengembangan kemampuan akademik. Keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, tanggung jawab, dan sportivitas menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Dengan demikian, keberhasilan peserta tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan menghafal, tetapi juga kecermatan berpikir, ketepatan mengambil keputusan, dan kekompakan dalam menghadapi tantangan.

LCC Wawasan Kebangsaan 2026 juga dirancang dengan memadukan tes berbasis digital, platform interaktif, serta sesi cerdas cermat lisan secara terbuka.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan perkembangan teknologi informasi. Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat mendukung proses kompetisi yang lebih terukur sekaligus memperkenalkan teknologi sebagai sarana pembelajaran.
Sistem penilaian juga diarahkan untuk mendukung objektivitas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh peserta. Pelaksanaannya tetap mengacu pada ketentuan perlombaan dan mekanisme penilaian yang ditetapkan panitia.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendorong sekolah untuk semakin kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Untuk mendukung proses penilaian, panitia menghadirkan tiga juri dari kalangan pendidikan dan akademisi, yakni Sunarto, M.Pd., pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang; Wikan Sasmita, M.Pd., dosen Universitas PGRI Nusantara Kediri; serta Himawan Adi Aryadi, M.Pd., Ketua MGMP PPKn SMA se-Kediri.
Keterlibatan para juri tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga kemampuan setiap regu dapat dievaluasi secara profesional.
Kompetisi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi perwakilan kecamatan untuk menunjukkan hasil pembelajaran di sekolah masing-masing. Interaksi antarpeserta dari berbagai wilayah juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, memperluas wawasan, dan membangun hubungan positif di lingkungan pendidikan.

Rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Babak penyisihan dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, sedangkan babak semifinal dan grand final dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Dari 26 regu yang berpartisipasi, setiap tim akan berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk melangkah ke tahapan berikutnya hingga mencapai babak final.
Persaingan diharapkan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama peserta, dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Namun, di balik persaingan memperebutkan gelar juara, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membangun budaya belajar, memperkuat hubungan antarsekolah, serta menumbuhkan kesadaran bahwa semangat kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama.
Persiapan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.
Dalam bahan sambutan pembukaan kegiatan, wawasan kebangsaan ditekankan sebagai fondasi penting agar anak-anak tidak kehilangan jati diri di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi.
Penguasaan keterampilan digital, sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM, serta kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak, perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter.
Selain itu, anak-anak membutuhkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan moral, kesehatan, pemenuhan gizi, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi agar dapat tumbuh secara optimal.
Generasi masa depan tidak hanya dituntut mampu bersaing dalam bidang akademik dan teknologi. Mereka juga harus memiliki rasa tanggung jawab, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi persatuan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Melalui LCC Wawasan Kebangsaan Jenjang SD Tahun 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan semakin dekat dengan kehidupan para murid. Kompetisi ini menjadi salah satu sarana untuk menanamkan pemahaman bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari regu yang keluar sebagai juara. Lebih penting dari itu adalah sejauh mana semangat nasionalisme, sportivitas, persatuan, dan cinta tanah air tumbuh dalam diri anak-anak yang kelak menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.(Dk)












