Rumpun Bambu Seluas 1 Hektare Terbakar di Jatirejo, Damkar Kediri Cegah Api Merembet ke Permukiman

Rumpun Bambu Seluas 1 Hektare Terbakar di Jatirejo, Damkar Kediri Cegah Api Merembet ke Permukiman

KEDIRI,Wartajatim.id – Kebakaran melanda rumpun bambu milik Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Kamis (1/10/2026). Kobaran api yang diperkirakan membakar lahan sekitar satu hektare tersebut sempat merembet ke area sekitar dan mulai mendekati permukiman warga.

Kesigapan warga melaporkan kejadian tersebut membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri dapat segera melakukan penanganan sebelum api berkembang lebih luas.

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 12.31 WIB dari seorang warga bernama Agus. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 12.37 WIB dan tiba sekitar pukul 12.45 WIB.

Petugas langsung melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan kekuatan empat personel.

Berdasarkan laporan di lapangan, api diduga bermula dari pembakaran sisa daun kering oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Api kemudian merambat ke lahan di sekitarnya hingga membakar rumpun bambu dengan luas sekitar satu hektare.

Situasi menjadi perhatian karena kobaran api mulai merembet ke arah yang berdekatan dengan permukiman. Petugas pun melakukan pemadaman sekaligus mengendalikan titik-titik api untuk mencegah penjalaran lebih lanjut.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas berhasil memadamkan api. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 14.30 WIB dan seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Petugas mencatat korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.

Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp2,5 juta. Sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan juga diperkirakan sekitar Rp2,5 juta.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengapresiasi respons cepat petugas Damkar sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan aktivitas pembakaran terbuka.

“Pembakaran daun kering maupun sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai api yang awalnya kecil justru merambat ke lahan kering, rumpun bambu, atau bahkan mendekati permukiman,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang terdapat banyak material mudah terbakar dapat membuat api berkembang dengan cepat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan bara api tanpa pengawasan.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan, terutama di sekitar lahan kering. Kalau melihat adanya api yang berpotensi meluas, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya,” pesannya.

Kaleb juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membantu petugas melalui laporan cepat ketika terjadi kebakaran.

“Kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu petugas dalam mengambil tindakan. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang api bisa dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar,” katanya.

Peristiwa kebakaran di Jatirejo tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembakaran sisa daun kering yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko serius, terlebih ketika api berada di dekat lahan yang mudah terbakar dan kawasan permukiman.

Damkar Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, tidak membakar material mudah terbakar secara sembarangan, serta segera menghubungi petugas apabila menemukan kebakaran yang berpotensi meluas.

(Wartajatim.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *