KEDIRI, Wartajatim.id – Menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Pesan inilah yang disampaikan Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., saat melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama warga di Masjid Al Huda, Dusun Cabak, Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jumat (23/10/2026).
Dalam momentum tersebut, Kapolsek Tarokan menyampaikan imbauan kamtibmas yang sejalan dengan pesan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. Masyarakat diajak menjaga kerukunan, tidak mudah terprovokasi hoaks, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, serta ikut melindungi generasi muda dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.15 WIB hingga 12.45 WIB ini tidak sekadar menjadi momentum beribadah, tetapi juga mempererat silaturahmi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat. Melalui pendekatan humanis, Polsek Tarokan mendorong warga agar turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kapolsek Tarokan hadir bersama Kanit Intelkam IPTU Dian Eko C., Kanit Binmas IPDA Suyono, S.H., serta PS. Kanit Propam AIPTU Candra Hermawan, S.H. Turut hadir tokoh agama sekaligus imam Masjid Al Huda, Nur, bersama jamaah Sholat Jumat.

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Sebagaimana pesan Bapak Kapolres Kediri Kota, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif. Jangan mudah terprovokasi berita hoaks di media sosial. Pastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya agar tidak memicu kesalahpahaman maupun perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis dapat terwujud apabila masyarakat mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
Ancaman kriminalitas juga menjadi perhatian dalam imbauan kamtibmas tersebut. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Masyarakat diimbau memastikan pintu serta jendela rumah terkunci ketika ditinggalkan, termasuk saat pergi beribadah. Kendaraan sebaiknya diparkir di lokasi aman dan dilengkapi kunci ganda sebagai langkah pencegahan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi tindak kejahatan. Pastikan rumah terkunci sebelum ditinggalkan dan gunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan. Kewaspadaan perlu menjadi kebiasaan agar dapat mengurangi peluang terjadinya pencurian,” pesannya.
Selain kejahatan konvensional, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap penipuan daring yang memanfaatkan telepon, pesan singkat, dan media sosial. Tawaran yang terlalu menggiurkan, permintaan transfer uang secara mendesak, serta permintaan data pribadi perlu diwaspadai.
“Jangan mudah percaya terhadap pesan atau tawaran yang mencurigakan, terlebih jika meminta transfer uang atau data pribadi. Jangan pernah memberikan PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak yang tidak berwenang. Periksa informasi melalui saluran resmi sebelum mengambil tindakan agar tidak menjadi korban penipuan,” tegasnya.
Pesan berikutnya menyasar keluarga, khususnya dalam mengawasi pergaulan anak-anak. Orang tua diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan pertemanan dan aktivitas anak agar mereka terhindar dari perilaku berisiko, termasuk penyalahgunaan minuman keras dan narkoba.
Pengawasan perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka, perhatian, serta pendampingan yang konsisten. Dengan demikian, anak diharapkan memiliki pemahaman yang baik dalam memilih pergaulan dan menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan.
“Kami mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak. Berikan pemahaman tentang bahaya minuman keras dan narkoba, bangun komunikasi yang baik, serta dampingi mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merugikan masa depan. Perlindungan generasi muda membutuhkan perhatian keluarga dan kepedulian lingkungan sekitar,” ungkap AKP Priyo
Kapolsek Tarokan juga mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk mengenakan helm berstandar SNI ketika mengendarai sepeda motor.
Kepatuhan berlalu lintas bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan maupun aturan saat berkendara.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas dan menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor. Utamakan keselamatan, patuhi aturan, dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” jelas Kapolsek
Melalui Sholat Jumat berjamaah ini, Polsek Tarokan berharap kedekatan antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat. Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih dini sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.

Kapolsek Tarokan mengajak masyarakat untuk menerapkan pesan kamtibmas tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyaring informasi, menjaga kerukunan, mengamankan rumah dan kendaraan, mendampingi anak-anak, hingga menaati peraturan lalu lintas.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan, segera koordinasikan dengan pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Tarokan terus mendorong pendekatan yang humanis dan memperkuat kemitraan dengan warga. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kerukunan dan keamanan dimulai dari kepedulian setiap individu.(Dk)












