Sukses Gaet 600 Pesepeda, KAI JLS100 Tulungagung Perkuat Daya Tarik Wisata JLS

Sukses Gaet 600 Pesepeda, KAI JLS100 Tulungagung Perkuat Daya Tarik Wisata JLS

TULUNGAGUNG, Wartajatim.id – KAI JLS100 Tulungagung sukses digelar dengan melibatkan sekitar 600 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, Minggu (18/10/2026). Menempuh rute lebih dari 100 kilometer menyusuri kawasan pesisir Jalur Lintas Selatan (JLS), kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Tulungagung sekaligus memperkuat pengembangan sport tourism di Jawa Timur.

Digelar dengan konsep Personal Endurance Ride, ajang bersepeda non-kompetisi ini mengedepankan ketahanan fisik dan mental, kemandirian, serta kebersamaan. Peserta tidak berfokus pada perebutan podium juara, melainkan menikmati perjalanan sekaligus merasakan pengalaman bersepeda jarak jauh di kawasan pesisir selatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bertindak sebagai sponsor utama dalam kegiatan tersebut. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya KAI mendorong sinergi antara transportasi, olahraga, dan pariwisata untuk mendukung pengenalan potensi daerah.

KAI JLS100 Tulungagung dihadiri Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi bersama jajaran manajemen, perwakilan unit KAI Group, termasuk peserta dari LRT, serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Madiun, Sidoarjo, Ponorogo, Blitar, Kediri, Semarang, Tuban, Solo, Bandung, Jakarta, Pasuruan, Surabaya, dan Ngawi. Kehadiran peserta dari mancanegara turut menambah jangkauan kegiatan dalam memperkenalkan kawasan JLS kepada komunitas pesepeda yang lebih luas.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi pelaksanaan KAI JLS100 yang mempertemukan komunitas pesepeda melalui kegiatan olahraga sekaligus membuka ruang promosi potensi wisata daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita diberikan kesehatan sehingga bisa mengikuti kegiatan ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Kegiatan ini bukan untuk kompetisi tetapi untuk silaturahmi. Dukung kegiatan ini dalam rangka mempromosikan tempat wisata di Tulungagung, termasuk di JLS,” ujar Ahmad Baharudin.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata Tulungagung kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Melalui pengalaman perjalanan secara langsung, para peserta berkesempatan mengenal kawasan pesisir JLS beserta potensi wisata yang dimiliki Tulungagung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas informasi mengenai destinasi daerah melalui jejaring komunitas dan interaksi antarpeserta.

Keberadaan ratusan pesepeda dalam satu kegiatan juga memperlihatkan peluang kolaborasi antara olahraga dan pariwisata. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan serupa berpotensi menjadi salah satu daya tarik untuk mendorong kunjungan wisata ke daerah.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa keterlibatan KAI sebagai sponsor utama merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan pariwisata berbasis olahraga, khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Kehadiran PT Kereta Api Indonesia dalam KAI JLS100 Tulungagung adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap pengembangan sport tourism di wilayah Jawa Timur, khususnya Tulungagung. Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan pesona alam Jalur Lintas Selatan kepada masyarakat luas dan komunitas pesepeda dari berbagai daerah,” ungkap Tohari.

Ia menjelaskan, KAI JLS100 tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalani aktivitas olahraga, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang memadukan tantangan fisik, kebersamaan, dan pengenalan potensi wilayah.

Konsep Personal Endurance Ride memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji daya tahan diri tanpa tekanan kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Pendekatan tersebut menempatkan pengalaman bersepeda dan kebersamaan sebagai bagian penting dari kegiatan.

KAI berharap keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan ajang ini dapat memperkuat hubungan antara komunitas olahraga, pemerintah daerah, dan sektor pariwisata.

Selain memperkenalkan potensi wisata, penyelenggaraan KAI JLS100 Tulungagung diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat dari aktivitas peserta dan pengunjung.

Sektor kuliner, penginapan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta jasa pariwisata merupakan sejumlah bidang yang berpotensi memperoleh peluang usaha seiring berkembangnya kegiatan olahraga berbasis wisata.

Tohari berharap kehadiran ratusan peserta dan wisatawan dapat memberikan kontribusi positif bagi aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata Tulungagung.

“Melalui semangat Personal Endurance Ride, kami mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga sembari menikmati keindahan alam secara menyenangkan. Selain itu, hadirnya ratusan peserta dan wisatawan dalam event ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, memberikan dampak positif bagi sektor UMKM, perhotelan, kuliner, serta destinasi wisata di sekitar Tulungagung,” jelasnya.

Potensi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui penyelenggaraan kegiatan yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif pelaku usaha setempat. Dengan demikian, promosi wisata melalui olahraga tidak hanya memperkenalkan destinasi, tetapi juga berpeluang membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Besaran dampak ekonomi dari kegiatan ini belum dapat disimpulkan tanpa data pendukung. Namun, partisipasi ratusan pesepeda memberikan peluang bagi Tulungagung untuk terus mengembangkan kolaborasi antara kegiatan olahraga, kunjungan wisata, dan aktivitas usaha lokal.

KAI JLS100 Tulungagung menjadi salah satu contoh kolaborasi antara perusahaan transportasi, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga dalam mendukung pengenalan potensi daerah.

KAI Daop 7 Madiun berharap sinergi antara layanan transportasi kereta api dan sektor pariwisata dapat terus diperkuat sehingga memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Bagi Tulungagung, kawasan JLS memiliki peluang untuk semakin dikenal melalui kegiatan yang memadukan olahraga, pengalaman perjalanan, dan promosi destinasi. Keberhasilan menghimpun sekitar 600 pesepeda dalam KAI JLS100 menjadi modal untuk mendorong pengembangan kegiatan serupa pada masa mendatang.

Lebih dari sekadar perjalanan bersepeda sejauh lebih dari 100 kilometer, KAI JLS100 Tulungagung membawa semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk memperkenalkan potensi daerah. Keberlanjutan sinergi antarpemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus membuka peluang manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *